Polisi Cecar 32 Pertanyaan ke Jokdri

Satgas Antimafia Bola Polri memeriksa Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta

Polisi Cecar 32 Pertanyaan ke Jokdri
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) datang memenuhi panggilan tim Satgas Antimafia Bola pada Senin (18/2/2019) terkait kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Ia datang bersama dua orang kuasa hukumnya ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.48 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- - Satgas Antimafia Bola Polri memeriksa Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka perusakan dokumen yang disita dari kantor dan kediamannya.

Joko Driyono datang bersama dua orang kuasa hukumnya ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pukul 09.48 WIB. Saat datang, Joko Driyono, yang mengenakan pakaian batik, tak banyak memberikan pernyataan kepada awak media. Ia hanya mengaku siap mengikuti proses pemeriksaan.

"Kami ikuti prosesnya saja," kata Joko singkat kepada awak media. Hingga berita ini diturunkan pukul 21.00 WIB, Joko masih menjalani pemeriksaan.

"Penyidik mengagendakan hari ini pemeriksaan Joko Driyono sebagai tersangka. Pak Joko sudah hadir sekitar jam 10 ke Polda Metro Jaya dan kemudian sampai sekarang masih dalam pemeriksaan penyidik yang direncanakan penyidik bahwa akan sekitar 32 pertanyaan. Jumlahnya masih bisa berkembang atau tidak tergantung penyidik dalam pengembangan di pertanyaan berikutnya. Tapi, pertanyaan ada 32 yang akan diberikan ke Joko Driyono," kata Ketua Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, Senin (18/2).

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada Joko Driyono terkait perintah yang dia berikan kepada stafnya untuk merusak dokumen yang ada di ruangan bekas kantor PT Liga Indonesia yang sudah diberi garis polisi. Penyidik juga mengajukan pertanyaan tentang dokumen-dokumen yang disita dari kantor dan kediaman Joko Driyono.

Jumat (15/2) lalu Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan barang bukti kasus pengaturan skor. Joko Driyono dijerat Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP Pasal 55 KUHP. Di samping itu, ia juga dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari ke depan.

PSSI Ikut Statuta

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha memastikan Joko Driyono masih menjabat sebagai Plt Ketua Umum PSSI. Status Joko Driyono sebagai tersangka tidak mengubah keputusan statuta PSSI.

"Pak Joko Driyono masih menjadi Ketua Umum PSSI. Posisinya kami jalankan sesuai dengan statuta," ujar Ratu Tisha setelah Rapat Umum Pemegang Saham PT Liga Indonesia Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (18/2).

Pada pasal 34 ayat 4 Statuta PSSI ada persayaratan yang diwajibkan untuk seseorang menjadi Komite Eksekutif PSSI yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum dan anggota.

"Anggota Komite Eksekutif harus sudah berusia lebih dari 30 (tiga puluh) tahun, mereka harus telah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun dan harus tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindak pidana dan berdomisili di wilayah Indonesia," bunyi peraturan tersebut.

Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat di kantornya, FX Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (18/2) malam. Satu pembahasan pada rapat ini adalah status Joko Driyono sebagai tersangka.

"Rapat Exco fokus untuk menyikapi status tersangka Pak Jokdri. Kita membahas apa yang akan kita lakukan. Kedua, bagaimana pembagian tugas apabila ketum nanti berhalangan," ujar A Sukawijaya, anggota Exco PSSI. (Tribunnews/gle/tb/kps/den/sad/glc)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved