Sopir Truk Pilih Lewat Tol Trans Jawa Dibanding Jalan Pantura, Alasannya Hindari Jembatan Timbang

Para sopir truk memilih lewat Jalan Tol Trans Jawa untuk menghindari jembatan timbang yang ada di jalan pantura.

Sopir Truk Pilih Lewat Tol Trans Jawa Dibanding Jalan Pantura, Alasannya Hindari Jembatan Timbang
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah truk keluar dari Interchange Pekalongan Jalan Tol Trans Jawa, Selasa (19/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Para sopir truk memilih lewat Jalan Tol Trans Jawa untuk menghindari jembatan timbang yang ada di jalan pantura.

“Lebih baik membayar Rp 60 ribu dari pada melintas di jembatan timbang Subah,” ujar Rumadi (49), sopir truk asal Solo saat ditemui Tribunjateng.com di interchange tol Pekalongan.

Rumadi lebih memilih menggunakan Jalan Tol Trans Jawa ketika mengirim barang ke Jakarta.

“Dari pada ketilang di jembatan timbang Subah dan harus membayar Rp 100 ribu, mendingan saya lewat interchange Kendal dan keluar ke interchange Pekalongan dan membayar Rp 60 ribu,” jelasnya, Selasa (19/2/2019).

Pihaknya menuturkan, sering ditilang saat melintas di jembatan timbang Subah karena kelebihan muatan.

“Saya hanya ditugaskan untuk mengirim barang, tapi kalau kena tilang ya saya sendiri yang tanggung biayaanya,” jelasnya.

Maka dari itu Rumadi memilih melintasi Jalan Tol Trans Jawa dari pada Jalan Pantura Batang.

“Pemilik truk tahunya hanya barangnya sampai, terkait kelebihan muatan mereka tak mau tanggungjawab risikonya,” tuturnya.

Sementara itu, Afandi (45), asal Surabaya, mengaku Jalan Tol Trans Jawa lebih efisien ketimbang melintasi Jalan Pantura Batang.

"Selain jembatan timbang para supir truk menghindari tanjakan di Gringsing hingga Batang,” ujarnya.

Terkait tilang karena kelebihan muatan pihaknya menanggapi secara santai, karena berulang kali terjaring tilang saat melintas jembatan timbang.

“Hari ini saja saya kena tilang di jembatan timbang Sarang Rembang, dan tidak mungkin terkena tilang lagi karena tinggal menunjukan surat tilangnya kepada petugas,” imbuhnya.

Afandi menambahkan, jika disuruh memilih melintas di Jalan Pantura Batang dengan Jalan Tol Trans Jawa, pihaknya memilih Jalan Tol Trans Jawa.

“Ya bagaimana lagi karena lebih cepat, dan tidak harus melewati jembatan timbang. Ya kalau pas kendaraan kami muatan ringan kalau muatan berat, justru kami yang merugi,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved