Breaking News:

Tak Kunjung Terungkap, Bareskrim Mabes Polri Turun Tangan Bantu Polda Jateng Ungkap Teror Pembakaran

Kepolisian belum berhasil mengungkap teror pembakaran kendaraan yang marak terjadi di Kota Semarang dan sekitarnya.

Penulis: muh radlis | Editor: galih permadi
Tribunjateng.com/Muh Radlis
Dugaan pembakaran mobil oleh orang tak dikenal kembali terjadi. Kali ini mobil Daihatsu Ayla warna putih di Jalan Ciliwung, Mlatiharjo, Semarang Timur, Kota Semarang, menjadi sasarannya, Kamis (31/1/2019) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepolisian belum berhasil mengungkap teror pembakaran kendaraan yang marak terjadi di Kota Semarang dan sekitarnya.

Bahkan teror ini mulai merambah daerah lain di Jateng seperti baru baru ini terjadi di Kabupaten Temanggung.

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus teror pembakaran ini.

"Masih kami dalami, termasuk yang di Kabupaten Temanggung," ujar Luthfi di sela peresmian Rumah Sakit Bhayangkara Prof Doktor Awaloedin Djamin, Selasa (19/2/2019).

Luthfi menyebut, agar kejadian serupa tidak terulang, pihaknya mengintenskan keterlibatan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing masing.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, saat ini tim gabungan dari Polda Jateng dan masing masing polres masih bekerja mengungkap dalang teror ini.

Bahkan menurut Agus, saat ini tim dari Mabes Polri juga ikut membantu personel daerah untuk mengungkap kasus ini.

"Ada bantuan dari Bareskrim Mabes Polri. Kami masih berupaya, tim masih bekerja," kata Agus.

Menurut Agus, masyarakat diharap membantu polisi dalam menjaga lingkungan.

Agus memetakan, ada dua hal yang juga wajib dilakukan oleh masyarakat yakni kewaspadaan lingkungan dan pribadi.

Pertama adalah meningkatkan kewaspadaan dan siskamling.

"Harus siap siaga agar jangan sampai jadi korban," katanya.

Sementara untuk kewaspadaan pribadi, Agus menyebut masyarakat dihimbau memasang CCTV dan menambah penerangan di sekitar rumah.

Terkait adanya hadiah untuk siapa saja yang bisa menangkap pelaku, Agus mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Tapi kalau memang ada, itu pasti sifatnya memotivasi agar anggota semakin giat menuntaskan ini semua. Tapi pastinya saya belum dengar langsung, kalaupun ada sifatnya motivasi," pungkas Agus.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved