Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Wonosari Patebon Terhenti, Warga Kecewa

Harapan warga desa Wonosari Patebon untuk dapat menyebrang ke desa seberang menggunakan jembatan gantung tertunda

Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Wonosari Patebon Terhenti, Warga Kecewa
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
seorang warga batal menyebrang sungai karena jembatan gantung di desa Wonosari Patebon terhenti pembangunannya. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Harapan warga desa Wonosari Patebon untuk dapat menyebrang ke desa seberang menggunakan jembatan gantung tertunda.

Pasalnya pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Wonosari Patebon dengan Desa Korowelang Kulon Cepiring terhenti pembangunannya sejak pertengahan januari 2019.

Pembangunan jembatan yang seharusnya rampung pada akhir tahun 2018 ini  tertunda karena besi struktur jembatan gantung belum siap untuk digunakan.

Seorang warga Desa Wonosari Patebon, Tri Rahayu (55) mengatakan bahwa para warga telah menanti-nanti rampungnya jembatan gantung tersebut. Pasalnya jembatan itu sangat membantu aktivitas warga terutama para siswa dan para pekerja.

"Ditunggu-tunggu jembatannya, katanya rampung akhir tahun 2018, namun sampai musim penghujan hampir selesai belum rampung juga," tuturnya, Rabu (20/2).

Menurutnya selama ini warga menyebrang Kalibodri untuk sampai ke desa seberang harus menggunakan perahu milik nelayan. Sekali menyebrang warga harus membayar dua ribu rupiah kepada pemilik perahu.

"Kalau jadi warga tidak perlu lagi menggunakan perahu. Namun sayangnya tidak nampak lagi aktivitas para pekerja," tambahnya

Sementara itu kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sugiyono mengatakan tertundanya pembangunan jembatan itu dikarenakan besi rangka pembangunan jembatan belum siap pada saat masa kontrak pembangunan sehingga terjadi pemutusan kontrak kerja antara kontraktor dengan Kementrian PUPR.

"Saat ini sudah siap (besi rangka jembatan) tinggal dikirim dan dipasang saja. Namun teknisnya pembangunan menggunakan kontraktor lama atau tidak yang menentukan kementrian PUPR," jelasnya

Ia menambahkan bahwa proyek pembangunan jembatan gantung ini satu paket dengan jembatan yang berada di desa Rejosari, Ngampel. Sumber pendaan proyek ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat dengan nilainya sebesar 10 miliar. (Dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved