Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Presiden Jokowi dengan Bos Besar Freeport

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan adanya pertemuan rahasia antara Presiden Jokowi dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R Moffet.

Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Presiden Jokowi dengan Bos Besar Freeport
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) 

TRIBUNJATENG.COM - Mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan adanya pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Freeport McMoran Inc, James R Moffet di Indonesia.

Pertemuan rahasia tersebut menjadi cikal bakal keluarnya surat tertanggal 7 Oktober 2015 dengan nomor 7522/13/MEM/2015 yang berisi perpanjangan kegiatan operasi freeport di Indonesia.

Selama ini, ia sering dituding sebagai orang yang memperpanjang izin tersebut.

"Mengenai surat, tanggal 7 Oktober 2015, jadi surat itu menjadi penguatan publik, saya seolah-olah memberi perpanjangan izin, itu persepsi publik," kata Sudirman dalam acara diskusi peluncuran buku 'Satu Dekade Nasionalisme Pertambangan', di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (20//2/2019).

Sudirman Said Sebut Lebay Jika Pengambilalihan Mayoritas Saham Freeport Bentuk Nasionalisme

Sudirman yang kini menjadi Tim sukses Prabowo tersebut kemudian menceritakan kronologis pertemuan antara Jokowi dan Bos Besar Freeport itu. 

Sehari sebelum diterbitkannya surat perpanjangan yakni pada 6 Oktober 2015, ia ditelpon ajudan presiden untuk datang ke istana.

Namun, dalam sambungan telepon tersebut ia tidak diberitahu tujuan Jokowi memanggilnya itu.

"Kira-kira jam 8.30 Wib, saya datang dari rumah, duduk sekitar 5, 10 menit, langsung masuk ke ruang kerja pak presiden," katanya.

Namun, anehnya sebelum masuk ke ruang kerja presiden, ia dibisiki ajudan presiden untuk menganggap bahwa pertemuan tersebut tidak ada.

Kritik Divestasi Freeport, Fadli Zon: Transaksi yang Ruwet, Penuh Aroma Masalah

"Sebelum masuk ke ruang kerja, saya dibisiki Aspri, 'pak menteri pertemuan ini tidak ada'. Saya ungkap ini karena ini hak publik untuk mengetahui di balik keputusan ini. Jadi bahkan Setneg tidak tahu, Setkab tidak tahu," katanya.

Halaman
123
Editor: suharno
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved