BPBD Kota Semarang Masih Terkendala Peralatan dalam Penanganan Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang belum memiliki peralatan yang lengkap untuk melakukan penanganan bencana

BPBD Kota Semarang Masih Terkendala Peralatan dalam Penanganan Bencana
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN/DOK
FOTO DOKUMEN proses evakuasi korban yang tertimbun longsor di Gunung Kelir, Wiroggomo, Banyubiru, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang belum memiliki peralatan yang lengkap untuk melakukan penanganan bencana.

Kepala BPBD Kota Semarang, Agoes Harmunanto menuturkan, hal tersebut tentunya menjadi kendala bagi para petugas BPBD ketika menangani suatu bencana.

Hingga saat ini peralatan yang dimiliki BPBD Kota Semarang masih berupa peralatan manual.

"Kami belum mempunyai mobil tanki, belum mempunyai ekskavator. Peralatan manual masih sedikit," tutur Agoes, Kamis (21/2/2019).

Dikatakannya, bencana tidak hanya datang saat musim penghujan saja seperti banjir maupun tanah longsor.

Kekeringan saat musim kemarau juga termasuk kebencanaan yang harus ditangani oleh BPBD.

Oleh karena itu, mobil tanki dinilai peralatan yang sangat penting ketika musim kemarau tiba.

Sebab, sejumlah daerah di Kota Semarang terkadang masih kekurangan air bersih.

"Mobil tanki ini untuk distribusi air bersih ke tempat-tempat yang kekurangan air. Selama ini kami masih bergantung kepada pihak lain untuk menangani masalah distribusi air bersih," katanya.

Selain mobil tanki, lanjut Agoes, ekskavator juga peralatan yang dianggap krusial dalam penanganan bencana seperti tanah longsor.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved