Sering Sebabkan Kecelakaan, Jalan Berlubang di Trangkil Semarang Akhirnya Diperbaiki DPU

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang tengah giat melakukan pemeliharaan jalan-jalan di Kota Semarang secara rutin.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Pengendara mobil dan sepeda motor terlihat menghindari lubang di Jalan Raya Banaran, Trangkil, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/2/2019). Kondisi sebelum diperbaiki 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang tengah giat melakukan pemeliharaan jalan-jalan di Kota Semarang secara rutin.

Salah satunya memperbaiki jalan rusak yang bisa membahayakan pengguna jalan dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Yang sempat menjadi perhatian beberapa waktu lalu adalah jalan berlubang di Jalan Raya Banaran, daerah Trangkil, Gunungpati, tepatnya dekat Akbid Abdi Husada.

Lubang di jalan dari beton tersebut tampak cukup besar, terletak di setelah turunan dan tikungan jika arah Unnes.

Dalam satu malam, bahkan sempat terjadi tiga kali kecelakaan tunggal sepeda motor karena pengendaranya hilang kendali saat menghindari lubang.

Berdasarkan penuturan seorang pekerja proyek di dekat lokasi yang juga saksi, Sirat (32), dalam sepekan bisa terjadi tiga hingga empat kali kecelakaan.

“Biasanya yang jatuh pengendara sepeda motor yang ngebut. Ini kemungkinan karena turunan, tikungan dan licin karena hujan, pengendara yang tidak tahu jadi kurang control sehingga jatuh,” ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (11/2/2019) pekan lalu.

Lubang di Jalan Raya Banaran, Trangkil, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, selesai diperbaiki pada Rabu (13/2/2019).
Lubang di Jalan Raya Banaran, Trangkil, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, selesai diperbaiki pada Rabu (13/2/2019). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)

Sementara itu, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Kepala DPU Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan para petugasnya untuk memperbaiki jalan itu.

Jalan tersebut akhirnya selesai pada Rabu (13/2/2019), dua hari usai DPU menerima informasi itu.

“Ketika kami mendapat laporan dari masyarakat atau informasi terkait jalan yang rusak, kami segera menindaklanjutinya dengan waktu sesuai SOP.”

“SOP kami paling tidak 2x24 jam, sudah begitu cepat saya kira,” ungkap Iswar Aminuddin di kantornya, hari ini, Kamis (21/2/2019). 

Dirinya mengimbau, masyarakat juga dapat aktif melaporkan situasi atau kondisi di mana terdapat jalan yang dirasa membahayakan pengguna jalan.

“Karena keterbatasan SDM, kami tidak mampu menjangkau semua wilayah, maka kami juga membutuhkan masyarakat untuk memberikan informasi.”

“Bisa melalui Lapor Hendi, atau mengunggah foto terkini kondisi jalan rusak beserta lokasinya di aplikasi Smart Infrastruktur Pekerjaan Umum (SIPU), kami akan langsung tindaklanjuti,” pungkas Iswar. (tribunjateng/rez)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved