Uang Palsu Marak di Kota Tegal, Dua Pelaku Ditangkap Saat Edarkan di Pasar Pagi

Sindikat pengedar uang palsu (upal) di Kota Tegal diringkus Satreskrim Polres Tegal Kota.

Uang Palsu Marak di Kota Tegal, Dua Pelaku Ditangkap Saat Edarkan di Pasar Pagi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah menunjukkan beberapa uang palsu yang berhasil disita, Kamis (21/2/2019). Upal tersebut diedarkan kedua pelaku di Pasar Pagi Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sindikat pengedar uang palsu (upal) di Kota Tegal diringkus Satreskrim Polres Tegal Kota.

Setidaknya, dua orang pelaku pengedar yang kerap meresahkan para pedagang Pasar Pagi Kota Tegal itu dibekuk beserta beberapa barang bukti.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah mengatakan, pengungkapan kasus terjadi pada Selasa (19/2/2019).

Saat itu, anggotanya yang tengah melakukan operasi mendapatkan informasi adanya seorang pria yang dicurigai mengedarkan upal di Pasar Pagi Kota Tegal.

"Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku," kata AKBP Siti Rondhijah kepada Tribunjateng.com, Kamis (21/2/2019).

Selanjutnya, kata AKBP Rondhijah, dilakukan penyergapan terhadap pelaku Senari (60), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Saat digeledah, dari balik baju pelaku berhasil disita 16 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Saat ditanyai personel kami, pelaku mengakui kalau itu uang palsu. Dia kemudian diamankan," tandasnya.

Dari keterangan pelaku, kemudian jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota kembali mengamankan pelaku lainnya yakni, Sukosoh Slamet Budiyono, warga Desa Sidomaju, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Adapun modus yang digunakan kedua pelaku yakni menggunakan upal untuk transaksi jual-beli sehingga mendapatkan kembali uang asli.

Dari tangan pelaku, tambah Kapolres, petugas juga menyita 1 buah ponsel Brandcode warna biru dan uang asli berjumlah Rp 1,2 juta hasil kejahatan pelaku.

"Pelaku kami jerat Pasal 36 Ayat (2) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," ujar dia. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved