Ada Apa Jafri Sastra PSIS? Tanggapi Dingin Piala Indonesia : Dibilang Tidak Penting Ya Tidak Penting

Pelatih kepala PSIS Semarang, Jafri Sastra mengaku Piala Indonesia memiliki sisi positif untuk pengembangan pemain muda.

Ada Apa Jafri Sastra PSIS? Tanggapi Dingin Piala Indonesia : Dibilang Tidak Penting Ya Tidak Penting
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Jafri Sastra PSIS Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatih kepala PSIS SemarangJafri Sastra mengaku Piala Indonesia memiliki sisi positif untuk pengembangan pemain muda.

Meski demikian, Jafri menyebut, sedari awal jadwal Piala Indonesia sebenarnya memiliki jadwal yang kurang bagus.

Disinggung soal pengaruh Piala Indonesia dan persiapan menyongsong Liga 1 2019, Jafri menanggapi dingin soal turnamen yang diikuti klub peserta Liga 3 hingga Liga 1 tersebut.

Ia mengatakan, Piala Indonesia bisa disebut penting namun juga bisa disebut tidak penting.

"Piala Indonesia bisa dibilang penting, penting, dibilang tidak penting ya tidak penting. Karena dari awal saya lihat jadwal Piala Indonesia ini tidak bagus.

"Dimana-mana di dunia kalau kompetisi habis, piala tetek bengek juga habis. Nah menurut teman-teman mengganggu tidak itu untuk persiapan Liga 1?," kata Jafri Sastra.

Yang terpenting menurut Jafri adalah memanfaatkan ajang Piala Presiden tersebut sebagai wadah untuk menambah jam terbang pemain muda.

Sejak di babak awal, PSIS memang lebih memilih menurunkan pemain muda dan pemain yang jarang mendapat kesempatan bermain di Liga 1.

Di skuat PSIS sejauh ini, tim berjuluk Mahesa Jenar ini juga rajin menurunkan pemain berstatus jebolan PSIS U-19.

Semisal Agung Fendy Erwanto, Eka Febry, Aqsha Saniskara, Yoga Adiyatma, dan Tegar Infantrie.

"Jadi Piala Indonesia, sebetulnya tidak penting tapi menjadi penting untuk pemain muda kita. Makanya kemarin kita kirim pemain-pemain muda mulai dari putaran awal sampai kemarin melawan Bhayangkara," jelasnya.

Menurut Jafri, keputusan menurunkan pemain muda di Piala Indonesia juga atas kesepakatan bersama tim pelatih dengan manajemen Mahesa Jenar.

"Sudah ada kesepakatan antara manajemen dan pelatih untuk memprioritaskan pemain-pwmain muda yang kita anggap berbakat kita turunkan karena jam terbang itu penting untuk pemain muda.

"Ya kalau misalnya kita nanti melaju ya melaju. Kalau tidak ya tidak, begitu saja," tandasnya.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved