Begini Respon Kapolres Salatiga Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Temanggung

Polres Salatiga mengajak seluruh lapisan masyarat turut melakukan pemantauan sebagai respon pasca penangkapan terduga teroris di Temanggung.

Begini Respon Kapolres Salatiga Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Temanggung
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono saat diwawancarai wartawan, Selasa (25/12/18).  

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyusul penangkapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Triyono Wagimin Atmo alias Andalus alias Abu Hilwa oleh Polres Temanggung beberapa waktu lalu, Polres Salatiga mengajak seluruh lapisan masyarat turut melakukan pemantauan.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, beberapa fungsi Polri melalui Bhabinkamtibmas serta melibatkan tokoh masyarakat maupun tokoh agama telah diperintahkan.

Sosialisasi agar warga tidak mudah terpengaruh ajakan atau rayuan bergabung pada kelompok tertentu.

“Turut berikan penjelasan agar tidak mudah terpengaruh ajakan dan ajaran yang dapat merubah mindset menjadi tidak baik,” terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Jumat (22/2/2019). 

Menurut AKBP Gatot, selain imbauan dan komunikasi langsung dengan para tokoh masyarakat serta agama, internal kepolisian juga giat pantau menyeluruh pasca penangkapan terduga teroris Abu Hilwa.

Dikatakannya, terkait perkembangan dinamika di wilayah Salatiga, setiap personel bertanggungjawab mengamankan lingkungan tempat tinggalnya.

“Razia pada jam rawan serta patroli saat ada kegiatan masyarakat terus kami lakukan. Tidak lupa mengedepankan fungsi-fungsi lain yang dimiliki Polres Salatiga seperti cyber crime,” katanya. 

Beberapa hal tersebut lanjutnya, tidak lain ialah sebagai bentuk upaya preventif dan dalam mencegah kelompok radikal tumbuh di Salatiga.

Apalagi kata dia, selama ini Kota Hati Beriman dikenal dengan ‘Indonesia Mini’ masyarakatnya rukun tertib, saling menghormati dan menjaga meski berbeda keyakinan. 

Sebelumnya, polisi menangkap Abu Hilwa di Temanggung, pada 14 Februari 2019.

Ia merupakan anggota teroris kelompok atau jaringan JAD yang diduga pernah ikut merencanakan kegiatan amaliyah dengan sasaran anggota Polri di Jawa Tengah dan Yogyakarta. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved