'Dadi Wong Banyumas Aja Isin Ngomong Ngapak' Saat Achmad Husein Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-448

Memperingati Hari Jadi ke 448 Kabupaten Banyumas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menggelar upacara di Alun-Alun Purwokerto, Jumat (22/2/2019).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke 448 Kabupaten Banyumas, di Alun-Alun Purwokerto, Jumat (22/2/2019). upacara tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Memperingati Hari Jadi ke 448 Kabupaten Banyumas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menggelar upacara di Alun-Alun Purwokerto, Jumat (22/2/2019).

Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi inspektur upacara tersebut.

Adapun peserta upacara dari berasal kalangan mulai TNI, Polri, DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD) Lingkungan Pemkab Banyumas, mahasiswa, pelajar, hingga elemen masyarakat lainnya.

Tak hanya itu, upacara hari jadi juga dihadiri para Bupati atau perwakilan daerah dari Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, dan Kebumen.

Tidak ingin melupakan kearifan lokal, sebagai inspektur upacara, Bupati Achmad Husain pun menyampaikan sambutannya menggunakan bahasa ngapak, bahasa khas Banyumasan.

"Dadi wong Banyumas kuwe aja isin-isin ngomong ngapak, siki inyong arep ngomong, campuran karo bahasa ngapak (menjadi orang Banyumas jangan malu-malu berbicara ngapak. Sekarang saya akan bicara, campuran dengan bahasa ngapak)," ujar Achmad Husein.

Dalam sambutannya, dia berharap kepada masyarakat Kabupaten Banyumas bisa mengingat kembali pendiri Kabupaten Banyumas, Raden Djoko Kahiman yang memiliki sifat dan watak berani dalam mengambil risiko.

Sosok yang tidak mementingkan dirinya sendiri, pejuang pembangunan yang tangguh.

Tak hanya mengingat, Bupati juga mengajak masyarakat memiliki sikap dan watak seperti Raden Djoko Kaiman.

Tujuannya agar tumbuh rasa cinta serta bangga menjadi orang Banyumas.

Bersifat cablaka yang artinya jujur dan apa adanya.

"Momentum Hari Jadi ke 448 Kabupaten Banyumas ini sekaligus sebagai semangat baru untuk mewujudkan Banyumas yang lebih baik, berdaya saing, dan berbudaya,” ujar Bupati.

Lalu, beberapa ungkapan lain yang dia selipkan menggunakan bahasa Banyumasan.

Inyong Achmad Husein karo pak Sadewo Tri Lastiono uwis mimpin Banyumas ana 100 hari lewih kawit dilantik dadi Bupati karo Wakil Bupati Banyumas neng Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, (Saya, Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono sudah memimpin Banyumas 100 hari lebih semenjak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyumas oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo)," ungkapnya.

"Sejrone mimpin, inyong karo Pak Dewo mbudidaya lair batin bisaha mbungahna kabeh masyarakat Banyumas. Ningen perlu dingerteni, babagan majune Banyumas ora bisa ujug-ujug utawa cempulek langsung dadi. Kabeh ana lakune, prosese, lan kerja samane, (Selama memimpin, saya dan Pak Dewo mencoba untuk terus menyenangkan warga Kabupaten Banyumas. Akan tetapi, majunya Kabupaten Banyumas tidak secara tiba-tiba. Semua ada caranya, prosesnya, dan kerja samanya)," lanjutnya.

Usai upacara, Bupati menyerahkan berbagai penghargaan untuk lembaga maupun perorangan yang berprestasi.

Sementara itu suasana keramaian juga terlihat di sisi timur Alun-Alun Purwokerto.

Sebab, setelah upacara dilakukan pemusnahan massal botol-botol minuman keras (miras) atau beralkohol hasil sitaan operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas. (Permata Putra Sejati)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved