Dua Anak Tenggelam di Sungai Pemali Brebes, Satu Tewas Lainnya Hilang

Dua anak di Kabupaten Brebes tenggelam dan terseret arus Sungai Pemali yang terletak di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Jumat (22/2/2019)

Dua Anak Tenggelam di Sungai Pemali Brebes, Satu Tewas Lainnya Hilang
ISTIMEWA
warga melakukan pencarian anak yang tenggelam di Sungai Pemali, Brebes, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dua anak di Kabupaten Brebes tenggelam dan terseret arus Sungai Pemali yang terletak di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Jumat (22/2/2019). Keduanya tenggelam saat mandi bersama empat temannya.

Kedua korban yaitu Muhamad Rujito (10) warga RT 1 RW 3 Desa Kaliwlingi. Ia sudah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia sekitar 30 menit setelah tenggelam. Satu korban lagi yaitu Anwar (10) warga RT 3 RW 3 Desa Kaliwlingi.

"Satu anak sudah ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam. Satu anak lagi belum ditemukan. Untuk sementara pencarian dihentikan katena cuaca dan akan dilanjut besok pagi (Sabtu--red)," kata Koordinator SAR Brebes, Ade Dhani.

Ia menceritakan, kejadian bermula saat keenam anak tersebut sedang mandi di Sungai Pemali sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka mandi menggunakan ban dalam mobil.

Tiba-tiba ada salah satu anak yang terbawa arus sungai. Melihat ada yang tetbawa arus, ada satu anak lainnya yang berusaha menolong. Namun nahas, keduanya justru ikut terseret dan tenggelam.

"Sedangkan empat anak lainnya keluar dari sungai dan mencari pertolongan warga sekitar untuk membantu mencari kedua temannya tersebut," ucapnya.

Babinsa Desa Kaliwlingi, Serda Sukir menambahkan, dirinya menerima laporan dari warga terkait kejadian tenggelamnya dua anak di Sungai Pemali tersebut.

"Setelah itu saya laporkan ke pimpinan dan mendatangi lokasi kejadian. Bersama warga, kami ikut mencari anak yang tenggelam sembari menunggu tim SAR," katanya.

Dalam proses pencarian itu, hanya satu anak yang ditemukan yaitu Muhamad Rujito. Ia ditemukan sekitar 30 menit setelah kejadian dan dalam kondisi meninggal dunia.

"Kami bersama warga masih mencari anak yang belum diketemukan sampai dengan saat ini. Pencarian dihentikan dikarenakan cuaca dan malam hari yang selanjutnya pencarian akan dilanjutkan esok hari," tutupnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved