Oknum ASN Pemkab Kudus Terancam Dipecat Diduga Korupsi

"Menunggu putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap dulu," kata Nugroho

Oknum ASN Pemkab Kudus Terancam Dipecat Diduga Korupsi
tribunjateng/dok
ILUSTRASI uang rupiah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Kudus berinisial RM terancam dipecat dengan tidak hormat. Sebab, dia diduga telah melakukan pelanggaran pasal 12 huruf i Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

Sangkaan pasal tersebut kepada RM, karena dia diduga terlibat dalam proyek pengadaan bibit tanaman di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.

"Ancaman hukumannya minimal 4 tahun," ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Prabowo Aji Sastimo kepada Tribun Jateng, Jumat (22/2/2019).

Proses hukum yang saat ini berjalan tengah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Menurur Prabowo, sebelum tanggal 4 Maret 2019, berkas harus sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang.

"Kejaksaan hanya punya waktu menahan 20 hari. Setelah berkas dilimpahkan ke pengadilan, selanjutnya pihak pengadilan baru menetapkan jadwal sidang," kata Prabowo.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepagawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Yuliono Tri Nugroho melalui Kepala Bidang Pembinaan Pegawai, Nugroho mengatakan, ASN yang terlibat kasus hukum bisa dipecat apabila terjerat kasus korupsi. Namun pemecatan itu menunggu ketika sudah ada keputusan hukum tetap dari pengadilan atau inkrah.

"Menunggu putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap dulu," kata Nugroho.

Lantas, saat ditanya soal kurungan penjara bagi ASN yang terlibat kasus korupsi selama 4 tahun atau lebih, Nugroho menjelaskan, hal tersebut juga bisa menjadi landasan pemecatan pada ASN.

"Pemecatan ini sudah diatur dalam Pasal 87 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara," jelasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved