Takut Longsor Susulan, Warga Desa Kajen Tegal Minta Talang untuk Saluran Irigasi

Juni menjelaskan, apabila saluran itu dipindah ke jalan, maka potensi longsor akan meluas karena tanah pemukiman warga terus terembes air

Takut Longsor Susulan, Warga Desa Kajen Tegal Minta Talang untuk Saluran Irigasi
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Saat Bupati Tegal Umi Azizah saat meninjau lokasi talud longsor di Desa Kajen RT 4 RW 9, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Warga Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal meminta Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Pemali-Comal Provinsi Jateng agar membuatkan talang bagi saluran irigasi pertanian.

Permintaan itu muncul setelah adanya penolakan dari warga terkait pemindahaan saluran irigasi yang ambles dan rusak karena talud longsor ke sepanjang tepi jalan Desa Kajen, RT 4 RW 9.

"Saluran irigasi memang wewenang provinsi. Tapi kita menolak jika saluran irigasi itu dipindah ke tepi jalan karena airnya akan merembes dan dapat mengikis tanah pemukiman warga dan membuat longsor lagi. Tanah di sana itu labil, mudah ambles," kata Kepala Desa (Kades) Kajen, Juni Sukmadi kepada Tribunjateng.com, Jumat (22/2/2019).

Juni menjelaskan, apabila saluran itu dipindah ke jalan, maka potensi longsor akan meluas karena tanah pemukiman warga terus terembes air.

"Dipindah ke dekat pemukiman warga juga pernah. Akhirnya, air rembes ke tanah dan turun ke bawah hingga longsor seperti kejadian pada Kamis (7/2/2019) lalu. Setidaknya 10 rumah rusak parah karena ikut ambles," tandas Kades.

Dalam hal ini, pihaknya telah menyurati permintaan kepada Bupati Tegal Umi Azizah dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo supaya perbaikan saluran irigasi dibuatkan talang, layaknya saluran air di jalan tol.

Sebab jika tidak seperti itu, puluhan rumah lainnya dikhawatirkan ikut ambles, terlebih dengan kondisi cuaca yang kerap hujan besar itu.

"Warga desa kami, utamanya warga Pedukuhan Belimbing yang terdampak parah karena longsor memang terus waspada jika hujan turun. Takutnya, longsor susulan terjadi. Maka, kalau saluran benar akan dipindah ke jalan, itu sama saja membahayakan kita," cetus dia.

Sebelumnya diberitakan, rusaknya saluran irigasi di Desa Kajen itu juga mengancam ratusan hektar lahan pertanian.

Setidaknya, rusaknya saluran irigasi itu bakal mengancam sekitar 350 hektar lahan pertanian karena tidak teraliri air.

Ratusan hektar lahan pertanian yang terancam itu meliputi tanah sepanjang Desa Kajen, Pendawa, Kecamatan Lebaksiu, hingga Desa Dukuhwringin, Dukuhsalam, Slawi Kulon, Kecamatan Slawi.

"Semoga ada langkah cepat dan tepat. Sebab, berdampak juga bagi lahan pertanian. Saluran ini mengaliri hingga Kecamatan Slawi," tambah Juni. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved