Breaking News:

Bupati Tegal Hadir di Seleksi PPPK bagi Tenaga Honorer K2: Percaya Diri dan Jangan Percaya Calo

Bupati Tegal, Umi Azizah yang hadir pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menitip pesan supaya tidak percaya calo.

Penulis: budi susanto | Editor: suharno
Istimewa
Bupati Tegal Umi Azizah meninjau seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tahun 2019, Sabtu (23/2/2019) pagi tadi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 363 tenaga honorer K2 Pemkab Tegal yang terdiri dari tenaga pendidik , kesehatan, dan penyuluh pertanian mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tahun 2019, Sabtu (23/2/2019) pagi tadi.

Dari total pendaftar yang ada, tiga di antaranya ditanyakan tidak lolos ke tahap selanjutnya atau tahap seleksi kompetensi.

Sebab, ijazah dari dua orang peserta tidak memenuhi syarat dan satu lainnya pindah ke sekolah swasta.

Untuk lolos menjadi seorang ASN dengan perjanjian kontrak, peserta seleksi harus melewati tiga tahap di antaranya seleksi administrasi, seleksi uji kompetensi, dan seleksi wawancara berbasis komputer.

Kirab Api Cinta Untuk Jokowi Tiba di Slawi Tegal, Para Pengusaha Turut Mengawal

Pada seleksi uji kompetensi ini, seluruh peserta akan mengerjakan 100 butir soal dengan waktu 120 menit menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) atau sistem ujian berbasis komputer.

Bupati Tegal, Umi Azizah yang hadir pada seleksi tahap 1 itu menitip pesan kepada semua peserta seleksi untuk percaya diri dan mengerjakan soal dengan semaksimal mungkin.

"Semua harus lolos, jika ada yang tidak lolos. Jangan patah semangat, terus berusaha,” papar Bupati Tegal, Umi Azizah saat memberikan arahan kepada peserta seleksi PPPK di SMK Negeri 1 Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Sabtu (23/2/2019) pagi.

Tak lupa, Umi mengingatkan kepada para peserta agar tidak mudah terpengaruh dengan orang atau calo yang mengaku dapat membantu kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

“Karena semua melalui sistem, jadi transparan. Jangan percaya calo yang mengatasnamakan kami. Apabila mendapati, laporkan saja,” tegas Umi.

Terkait dengan syarat kelulusan, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal, Nur Khafid Junaedi menuturkan bahwa peserta seleksi harus lolos passing grade yang telah ditentukan.

Passing Grade itu minimal jumlah kumulatif dari semua kompetensi harus 65 dan wawancara minimal 10.

“Semoga dengan passing grade yang tidak terlalu tinggi, bisa membantu peserta seleksi lolos. Karena yang mengikuti seleksi ini adalah mereka yang sudah masuk dalam data base tahun 2004 atau sudah mengabdi selama 15 tahun,” jelas Junaedi.

Sementara itu, salah satu peserta seleksi PPPK, Suminto (48) guru di salah satu SMP negeri di Slawi menyambut baik dan siap mengikuti aturan yang ada.

“Ya, saya siap ikuti alur yang sudah diberikan oleh pemerintah, semoga ini yang terbaik,” ucapnya. (gum)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved