Bertahun-tahun Terkena Banjir Rob, Kepala Desa Sayung Ubah Wilayahnya Jadi Wisata Pemancingan

Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan usai terbentuknya kolam perikanan desa, dia ingin mengedukasi persoalan banjir rob yang tidak kunjung selesai.

Bertahun-tahun Terkena Banjir Rob, Kepala Desa Sayung Ubah Wilayahnya Jadi Wisata Pemancingan
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Para peserta antusias memancing bersama Dandim Demak, di belakang Balai Desa Sayung, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Puluhan peserta tampak asyik memancing di kolam ikan belakang Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (23/2/2019).

Selain sekitar 65 orang peserta, kegiatan ini juga dihadiri Dandim 0716 Demak, Forkompimcam Kecamatan Sayung, Kades se-Kecamatan Sayung, hingga anggota Koramil 11/Sayung.

Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan usai terbentuknya kolam perikanan desa, pihaknya ingin mengedukasi persoalan banjir rob yang tidak kunjung selesai di wilayahnya.

Hal tersebut yang menginspirasinya untuk membuat lomba memancing ikan di belakang Balai Desa Sayung.

"Lahan perikanan ini dibangun di lahan 2,5 hektare, dalam rangka pemanfaatan lahan mangkrak karena dampak bencana yang menahun, lahan tersebut sudah tidak produktif," terangnya di lokasi, Sabtu (23/2/2019).

Dosen Vokasi Undip Berikan Alat Pengolah Rajungan Pada Nelayan Sayung

Untuk itu, kepala desa menyulap lahan tersebut menjadi perikanan agar masyarakat tertarik dan menirunya, terutama lahan-lahan yang tidak bisa ditanami padi atau palawija.

"Saya berharap dengan pemanfaatan lahan tersebut, ke depan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan terbentuknya BUMDES serta mengedukasi lahan mangkrak yang kurang lebih enam tahun ini tidak bisa ditanami padi atau palawija dan masyarakatnya bisa menirunya untuk mengangkat perekonomian masyarakat," jelasnya.

Ditambahkan, kolam perikanan yg ada di desa sayung telah dibentuk kurang lebih enam bulan dengan menanami ikan nila berjumlah kurang lebih 100 ribu.

Sementara itu, untuk lahan desa dan lahan masyarakat yang mangkrak (tidak bisa ditanami padi) di Desa Sayung kurang lebih ada 100 hektar.

Komandan Kodim (Dandim) 0716/Demak Letkol Inf Abi Kusnianto mengaku terkesan dengan Desa Sayung yang bisa memanfaatkan kondisi wilayahnya yang selalu tergenang air menjadi tempat budidaya ikan dan dikemas menarik.

Selain itu, terdapat saung-saung di pinggir kolam untuk melepas lelah dan berkumpul.

"Acara mancing bersama merupakan sarana untuk rekreasi dan berkomunikasi tanpa ada sekat," ujar Dandim.

Desa Sriwulan Sayung Tergenang Rob, Jalan Pantura Semarang-Demak Macet

Dia berharap ke depan, tempat budidaya ikan Desa Sayung bisa berkembang lebih besar lagi dan menjadikan destinasi wisata terutama bagi Pemancing.

Apalagi bisa dirangkaikan dengan Rumah Makan serta sarana outbound sehingga kebersamaan keluarga yang berkunjung semakin terasa. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved