ISNU Jateng Bikin Website, Budi Setiyono: Langkah Strategis Dukung Peran Badan Otonom NU

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jateng merilis website resminya guna mendukung langkah strategis dalam perannya sebagai badan otonom NU.

ISNU Jateng Bikin Website, Budi Setiyono: Langkah Strategis Dukung Peran Badan Otonom NU
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) ISNU Jateng di Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal selama dua hari, Sabtu (23/2/2019) dan Minggu (24/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jateng merilis website resminya guna mendukung langkah strategis dalam perannya sebagai badan otonom NU.

Hal itu dirilis bersamaan pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ISNU Jateng di Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal selama dua hari, Sabtu (23/2/2019) dan Minggu (24/2/2019).

Kegiatan tersebut dibuka Bupati Tegal Umi Azizah yang dihadiri juga Bupati Batang Wihaji, tokoh NU, serta perwakilan dari 22 pengurus cabang berbagai daerah.

Ketua ISNU Jawa Tengah, Budi Setiyono mengatakan, Muskerwil yang digelar merupakan momentum konsolidasi dan penataan organisasi.

Menurut Budi, ISNU Jateng dirasa masih harus melakukan langkah-langkah strategis dalam perannya sebagai badan otonom NU.

''Dalam Muskerwil ini perlu ada konsolidasi pengurus untuk meminta masukan dan pandangan dari daerah agar ke depan peran ISNU lebih strategis. Fungsi ISNU sebagai badan otonom NU tidak berbenturan dengan program badan otonom yang lain,'' papar Budi, usai acara kepada Tribunjateng.com, Minggu (24/2/2019).

Wakil Rektor III Undip Semarang ini menyebut, ISNU sebagai badan otonom yang relatif baru di tubuh NU, perlu menyesuaikan sekaligus mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM).

Dalam kesempatan ini, pihaknya meluncurkan website ISNU Jateng dan bedah buku karya Budi Setiono berjudul 'Modal dan Desain Negara Kesejahteraan'.

Sementara itu, dua kepala daerah, yakni Bupati Tegal Umi Azizah dan Bupati Batang Wihaji memberikan saran-saran strategis terkait keberadaan ISNU sebagai badan otonom NU.

''NU akan semakin maju apalagi diperkuat dengan keberadaan sarjana yang profesional dari kader NU,” kata Umi Azizah.

Sementara, Wihaji juga menjelaskan, keberadaan ISNU harus mampu memberikan kontribusi profesionalitas, sekaligus menguasai ilmu agama.

''Ya, memiliki spesialisasi bidang profesionalitas dan memahami ilmu agama," terang Wihaji. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved