Ulas Debat Kedua Capres, Walhi Dorong Rakyat Jadi Aktor Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendorong masyarakat mengambil peran dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendorong masyarakat mengambil peran dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Ekonomi yang dikelola masyarakat dinilai lebih sustainable dalam mengelola sumber daya alam.
"Dengan dikelola masyarakat, keberlangsungan lingkungan akan lebih terjaga," sebut Ketua Tim Adhoc Politik Walhi Nasional, Khalisa Khalid dalam diskusi Nasib lingkungan Hidup Indonesia Pasca Tahun Politik 2019, di Blue Lotus Cafe Semarang, Minggu (24/2/2019).
Diskusi ini merupakan Pra Rapat Akbar Walhi Nasional sekaligus mengulas Debat Capres kedua Minggu (17/2/2019) lalu. Satu di antara tema dalam debat tersebut adalah lingkungan hidup.
Menurut Khalisa, acara yang seharusnya menjadi ajang adu program kedua kandidat untuk menarik simpati pemilih itu tidak menyentuh subtansi tentang lingkungan.
Hal ini karena ada sejumlah aktor politik di kedua kubu bergelut bisnis eksploitaisi lingkungan.
"Kedua kandidat tidak ada yang memikirkan masa depan lingkungan hidup. Tidak menyinggung reforma agraria dan menyelesaikan konflik agraria," katanya.
Pihaknya juga menyangkal pernyataan kandidat nomor urut 01 Joko Widodo bahwa tidak ada konflik agraria. Ia mencatat ada 11 perusahaan yang tersangkut kasus agraria namun mandek tanpa ada eksekusi.
Sementara itu, Direktur YLBHI-LBH Semarang Zaenal Arifin menyebutkan, kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan juga terus berlangsung.
Seperti terjadi pada Heri Budiawan atau Budi Pego warga Banyuwangi Jawa Timur yang dituduh menyebarkan paham komunis karena menolak tambang emas Tumpang Pitu.
"Kriminalisasi aktivis lingkungan sering menyerang kawan-kawan yang mempertahankan tanahnya," katanya. (jam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/diskusi-nasib-lingkungan-hidup-indonesia-pasca-tahun-politik-2019-di-blue-lotus-cafe-semarang.jpg)