Anggota DPRD Demak Komentari Lamanya Penyelesaian Pembangunan Pasar Mranggen
Anggota Komisi B DPRD Demak, Farodhi, mengatakan anggota dewan memahami penyelesaian pembangunan Pasar Mranggen yang lama karena anggaran.
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Anggota Komisi B DPRD Demak Bidang Ekonomi, Farodhi, mengatakan anggota dewan memahami pembangunan Pasar Mranggen yang sudah dibangun sejak tahun 2014 dan belum bisa ditempati karena terkendala oleh anggaran.
"Alhamdulillah walaupun mundur waktunya, tapi insyaallah di pertengahan tahun 2019 ini pasti bisa ditempati oleh para pedagang," ucapnya kepada Tribun Jateng ditemui di DPRD Demak, Senin (25/2/2019).
Menurutnya, jumlah los dan kios kurang lebih ada 1.440 kios namun belum bisa menampung seluruh pedagang Pasar Mranggen karena ada pedagang yang mempunyai izin resmi dan tidak berizin.
"Jumlah pedagang yang berizin kurang lebihnya ada 1100 kios, tiba-tiba muncul pedagang yang belum berizin ada 600 pedagang, sementara jumlah kios hanya ada 1440 kios, sehingga masih ada kekurangan kios kurang lebih 260," jelasnya.
• Pedagang Ingin Segera Tempati Pasar Mranggen Demak, Karena Sepinya Pembeli di Tempat Relokasi
Dijelaskan, kekurangan 260 kios itu jika pemkab Demak ingin mengakomodir semua pedagang baik berizin maupun tidak, tetapi jika ingin menampung pedagang yang berizin saja insyaallah sudah cukup.
"Pedagang maupun paguyuban harus bisa mengerti dan memahami jika keterlambatan bukan hanya karena faktor anggaran tetapi juga disebabkan terlambatnya pengerjaan yang dilakukan kontraktor," tuturnya.
Berkaitan dengan pembagian kios dan penataan pasar, kata dia, hal itu menjadi wewenang Pemkab Demak melalui Dindagkop UKM Demak.
Namun demikian, paguyuban pasar Mranggen bisa membantu Dindagkop UKM dalam pelaksanaan di lapangan.
"Anggota dewan hanya mengawasi dan memperingatkan jika terjadi penyalahgunaan pembagian kios," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada pedagang pedagang pasar yang sudah ditata dengan lokasi atau posisi yang telah ditentukan, baik yang di bawah, di atas, maupun yang menghadap jalan raya.
"Semua pedagang harus bisa menerima kios yang didapatkan, karena pastinya kios pedagang ada yang strategis, adapula yang tidak," ungkapnya.
Dia menyebut, pasar lain yang mengalami revitalisasi tetapi sudah ditempati pedagang yaitu pasar Jebor di Desa Bango, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, dan Pasar Wonolopo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. (agi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-pasar-mranggen-saat-sore-hari-selasa.jpg)