150 UMKM di Jateng Ikuti Sosialisasi Mekanisme Pendaftaran Sertifikat Halal

150 pelaku UMKM mengikuti kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pengurusan sertifikat halal, yang diadakan oleh Dinas Koperasi Provinsi Jateng dan MUI.

150 UMKM di Jateng Ikuti Sosialisasi Mekanisme Pendaftaran Sertifikat Halal
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rahmawati, dan Wakil Direktur l LPPOM MUI Jateng, Ahmad Izzuddin saat sosialisasi sertifikat halal di Noormans Hotel Semarang, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekitar 150 pelaku UMKM mengikuti kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pengurusan sertifikat halal, yang diadakan oleh Dinas Koperasi Provinsi Jateng dan MUI. Peserta adalah mereka yang berhasil terseleksi untuk sertifikasi halal dari total ribuan pendaftar.

Kegiatan sertifikasi halal ini, menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rahmawati, bertujuan memberikan informasi kepada para pelaku UMKM terkait proses untuk mendapatkan sertifikasi yang cukup panjang.

Di antaranya seperti dilihat dari bahan baku, kemasan, kebersihan, dan lain-lain, sehingga sertifikasi ini diawali dengan kegiatan sosialisasi.

Supriyadi Mampu Menafkahi Keluarga Meski Berada di Penjara. Cara Halal Ini Yang Dilakukannya

Setelah sosialisasi ini berlangsung, teman-teman UMKM bisa menyiapkan syarat apa saja, dan nantinya MUI akan meninjau ke lokasi melihat dari dekat seperti bahan baku sampai kemasan. Sehingga tidak perlu banyak dilakukan revisi karena sudah sesuai dan siap semuanya.

"Mekanisme untuk mendaftarkan sertifikasi halal ini, karena kami belum ada sistem secara online. Jadi kalau yang melalui Dinas Koperasi, nanti usulan melalui Dinas Koperasi Kabupaten, kemudian diusulkan pada Dinas Provinsi, dan daftarnya kami lihat sekaligus diseleksi," ujar Ema Rahmawati, pada Tribunjateng.com, Selasa (26/2/2019).

Setelah diseleksi, lanjutnya, dilakukan proses pre-survei terlebih dahulu oleh pendamping UMKM. Selanjutnya, akan mendapat berapa total jumlah UMKM yang lolos untuk diajukan sertifikasi halal.

Sertifikasi halal ini bisa untuk makanan, minuman, produk kosmetik, jadi tidak hanya berfokus pada makanan saja, tapi juga semua produk yang didaftarkan langsung diajukan ke MUI.

Adapun kegiatan sertifikasi halal ini gratis karena mendapat bantuan penuh dari Pemerintah. Biasanya untuk satu sertifikasi halal dikenai biaya sekitar Rp 2,5 juta, pada kesempatan ini karena mendapat bantuan dari Pemerintah maka tidak dipungut biaya apapun.

Sindir La Nyalla, Habiburokhman: Jangan Karena Kekuasaan Halalkan Segala Cara

"Sesuai komitmen pak Gubernur dan Wagub, sekaligus DPRD Jateng dalam Pansus RPJMD tahun 2018-2023, kami diminta untuk memfasilitasi 500 produk halal mulai tahun depan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur l LPPOM MUI Jateng, Ahmad Izzuddin menjelaskan, sosialisasi ini merupakan strategi yang bagus dari Dinas Koperasi untuk memudahkan pelaku UMKM mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Sehingga hal ini bisa dikatakan sebagai upaya untuk membangun ketahanan pangan di Jateng yang secara legal halal menjadi sangat penting.

"Kegiatan ini merupakan fasilitasi dari Pemerintah Provinsi Jateng yang sangat kami apresiasi, karena dalam UUD nomor 33 tahun 2014 yang akan segera digulirkan sekitar bulan Oktober, semua produk halal di Indonesia harus memiliki sertirikat halal," ungkap Ahmad Izzuddin.

Ahmad Izzuddin mengatakan, proses sertifikasi halal ini sangat cepat, apalagi kalau sudah dilakukan sosialisasi seperti ini, dalam waktu satu minggu paling lama 12 sampai 15 hari sertifikat sudah bisa keluar.

"Problem yang biasanya terjadi seperti bahan baku, tempat, penelurusan bahan baku dibeli dari mana, sudah bersertifikat atau belum, maka kalau ada pembinaan seperti ini mereka bisa menyiapkan diri secara matang," tandasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved