Istiqomah Penyandang Disabilitas Kota Pekalongan Jadi Pelipat Surat Suara: Tak Ada Target Harian

Ratusan orang dilibatkan dalam pelipatan surat suara di Gudang KPU Kota Pekalongan. Istiqomah misalnya, penyandang disabilitas.

Istiqomah Penyandang Disabilitas Kota Pekalongan Jadi Pelipat Surat Suara: Tak Ada Target Harian
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Para wanita melipat surat suara di Gudang KPU Jalan Sriwijaya Kota Pekalongan, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ratusan orang dilibatkan dalam pelipatan surat suara di Gudang KPU Kota Pekalongan.

Pelipatan yang dimulai sejak Minggu (25/2/2019) lalu juga melibatkan beberapa penyandang disabilitas.

Sebagai contoh Istiqomah (42) penyandang disabilitas yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Daripada di rumah tidak melakukan apa-apa, saya ikut melipat surat suara. Mumpung ada kesempatan juga," katanya, Selasa (26/2/2019).

Istiqomah pun diberi keleluasaan oleh pihak KPU Kota Pekalongan.

Dirinya tidak menargetkan apalagi ditargetkan dalam sehari harus berapa banyak surat suara yang dilipat.

"Semampunya saja. Hari pertama saya bisa dapat sekitar 500 surat suara," jelasnya.

Ketua KPU Kota Pekalongan Rachmi Rosyada Thona menerangkan, masyarakat sengaja dilibatkan dalam pelipatan surat suara terutama kaum perempuan dan penyandang disabilitas.

"Ada 153 orang yang membantu pelipatan surat suara ini," ujarnya.

Rachmi menargetkan sebelum 17 Maret 2019 mendatang, proses pelipatan sudah selesai dan siap digunakan.

"Untuk satu surat suara Pilpres KPU memberikan upah Rp 70 sebagai jasa pelipatan. Sementara untuk Pileg Rp 105. Kami memang tidak menargetkan berapa surat suara yang harus dilipat di tiap petugas karena menyesuaikan kemampuan masing-masing," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved