Maladi dan Pancing Jual Trihex Seharga Rp 200 Ribu per 10 Butir

Budi Santoso alias Maladi dan Dion Pandi Ernawan alias Pancing diamankan pihak Polres Ungaran atas tiga ribu butir Hexymer Trihexyphenidyl 2.

Maladi dan Pancing Jual Trihex Seharga Rp 200 Ribu per 10 Butir
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Budi Santoso alias Maladi dan Dion Pandi Ernawan alias Pancing menyatakan menuual setiap 10 butir Hexymer Trihexyphenidyl seharga Rp 200 ribu dan menyasar masyarakat dan anak muda. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Budi Santoso alias Maladi dan Dion Pandi Ernawan alias Pancing diamankan pihak Polres Ungaran atas tiga ribu butir Hexymer Trihexyphenidyl 2.

Penangkapan keduanya dilakukan melalui pengembangan dan melakukan undercover buy atau pembelian dengan penyamaran yang dilakukan oleh Reserse Mobil Satuan Narkoba Polres Semarang.

Saat gelar perkara di Markas Besar Polres Semarang pada Selasa (25/2/2019) siang, dipimpin oleh Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat, menjelaskan modus operandi tersangka ialah tersangka diduga dengan sengaja melakukan peredaran sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar.

"Berawal pada hari Kamis (14/2/2019) pukul 23.45, petugas Resmob Sat Narkoba berhasil melakukan terhadap tersangka Dion yang diduga sebagai pelaku penyalahgunaan izin edar sediaan farmasi yang diamankan di Kampung Mijen, Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur sebanyak 400 butir. Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan undercover buy untuk mengungkapkan peredaraan sediaan farmasi tanpa izin edar di wilayah hukum Kabupaten Semarang," terang Adi.

Adi melanjutkan, petugas melakukan interogasi terhadap tersangka Dion mengenai asal mula sediaan farmasi tersebut.

Yang bersangkutan mengaku mendapatkan sediaan farmasi dari Budi yang berdommisili di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang yang memiliki ciri-ciri tinggi 165 cm, kulit sawo matang, dan rambut berombak. Terkait dengan laporan itu, petugas Resmob Sat Narkoba memerintahkan Dion untuk melakukan transaksi dengan Budi.

"Selanjutnya, pada Jumat (15/2/2019) terjadi kesepakatan bertransaksi di Jalan Raya depan Gereja IFGF, Kelurahan Peterongan, Kota Semarang. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung menuju tempat yang dimaksud, berlangsungnya proses undercover buy petugas Resmob bersiap melihat seorang laki-laki yang memiliki ciri-ciri yang diberikan Dion," papar Adi.

Petugas langsung mengamankan orang tersebut, selanjutnya melakukan pemeriksaan serta penggeledahan dan berhasil ditemukan tiga kaleng plastik yang berisi seribu butir pil atau tablet warna kuning berbentuk bulat jenis Trihexyphenidyl yang diletakkan di lantai bagasi belakang jok kendaraan Daihatsu Taruna warna merah metalik.

Selanjutnya, tersangka berikut barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Semarang guna penyelidikan lebih lanjut.

"Tersangka menyasar kalangan anak muda dan masyarakat dengan harga Rp 200 ribu per 10 butir. Kemungkinan juga mereka bisa menyasar anak-anak sekolah," imbuh Adi.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan berupa tiga plastik hitam yang masing-masing di dalamnya terdapat satu buah botol plastik warna putih yang berisi seribu butir atau pil Hexymer Trihexyphenidyl 2 mg yang berbentuk bulat berwarna kuding berlogo MF,

satu buah ponsel Nokia tipe RM 1035 hitam dengan nomor simcard 085956771188, dan satu buah ponsel Samsung Galaxy J7 warna putih dengan nomor WA 085956771188.

"Kedua tersangka didakwa Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentnag kesehatan dengan hukuman penjara paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 milyar rupiah," pungkas Adi.
(arh)


Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved