RSUD dr Soewondo Kendal Bakal Miliki Ruang Pasien Gangguan Kejiwaan, Layani Juga Caleg Gagal Pemilu

Ruang Perawatan Pasien Gangguan Jiwa RSUD dr Soewondo Kendal akan dibuka pada pertengahan April 2019.

RSUD dr Soewondo Kendal Bakal Miliki Ruang Pasien Gangguan Kejiwaan, Layani Juga Caleg Gagal Pemilu
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Di ruangan ini yang sedang dipersiapkan RSUD dr Soewondo Kendal untuk dijadikan ruang perawatan pasien gangguan jiwa, Selasa (26/2/2019). Dijadwalkan bakal diresmikan pada April 2019 mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ruang Perawatan Pasien Gangguan Jiwa RSUD dr Soewondo Kendal akan dibuka pada pertengahan April 2019.

Selain melayani pasien umum, dibukanya ruang ini juga untuk perawatan bagi calon anggota legislatif (caleg) yang mengalami gangguan jiwa seusai pemilu serentak pada 17 April 2019.

Kepala Humas RSUD dr Soewondo, dr Mochamad Wibowo mengatakan, meski ruang ini ditujukan untuk masyarakat umum, namun pihaknya tidak memungkiri dibukanya ruang perawatan ini juga untuk memudahkan para caleg gagal atau kalah yang mengalami gangguan kejiwaan.

"Selama ini para pasien kejiwaan datang ke Poli Kejiwaan kami untuk sekadar berobat. Sedangkan untuk rawat inap dan perawatan khusus harus dirujuk ke Semarang," ungkapnya saat menujukan persiapan ruangan tersebut, Selasa (26/2/2019).

Ia mengatakan, saat ini sumber daya manusia (SDM) seperti perawat, dokter, hingga petugas keamanan masih menjalani pendidikan dan pelatihan di rumah sakit lain sehingga saat pelayanan dibuka sudah siap melayani secara optimal.

"Sementara ruangan perawatan kami sedang finishing, selesai pada April 2019. Selanjutnya akan langsung diresmikan untuk dapat langsung melayani perawatan," tambahnya.

Kabid Pelayanan Keperawatan RSUD dr Soewondo, Widiyo Ertanto menambahkan, jumlah masyarakat di Kabupaten Kendal yang mengalami gangguan kejiwaan cukup banyak.

Menurutnya dalam sehari terdapat 15 hingga 20 pasien kejiwaan yang datang untuk berobat di Poli Kejiwaan.

"Tiap tahun mengalami kenaikan jumlah pasien kejiwaaan, yang melatarbelakangi gangguan kejiwaan mereka beraneka ragam, seperti permasalahan ekonomi, keluarga, hingga kalah dalam politik," jelasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved