Syahrul Ngopi Dulu dengan Teman-temannya sebelum Ia Bunuh Diri, Ini yang Dia Bicarakan

Syahrul (51), warga Perumahan Taman Pesona Indah Tahap I Blok D1 nomor 10, Batam ditemukan tewas gantung diri di rumahnya

Syahrul Ngopi Dulu dengan Teman-temannya sebelum Ia Bunuh Diri, Ini yang Dia Bicarakan
TRIBUNBATAM
Warga berkerumun di rumah Syahrul 

Pantanan Tribunbatam.id saat kejadian kondisi rumah korban langsung di krumuni warga yang penasaran melihat kejadian inoi.

Begitu juga dengan istri korban, tangis harunya pecah ditengah kerumunan warga.

Ini beberapa foto kejadian yang diambil oleh Wartawan Tribun Batam di lapangan.

Jenazah korban kemudian di bawa ke RS Bhanyangkara Polda Kepri untuk dilakukan Otopsi oleh pihak rumahsakit.

Jenazah dibawa dengan menggunakan mobil ambulanc. Polisi sedikit kesulitan mengangkat jenazah lantaran raminya masyarakat disana.

Tidak Pernah ada Masalah

i

Herliza meronta ketika mengetahui ayahnya meninggal, Senin (25/2/2019) (TRIBUNBATAM) 

Diduga masalah ekonomi, Syahrul (51) Warga Perumahan Taman Pesona Indah tahap I blok D1 nomor 10 nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri rumahnya.

Informasi dari warga sekitar bahwa Syahrul diketahui sebelumnya bekerja sebagai kontraktor dan sudah pernah memiliki anak buah.

Namun akhir - akhir ini Syahrul sudah tidak bekerja.

"Setahu kita sudah lama juga Dia (Syahrul_red) tidak bekerja,"kata Melda tetangga Korban.

Semenjak tidak bekerja, Syahrul dikenal orang sebagai orang pendiam.

"Kalau dibilang tidak bersosial tidak juga sih, cuma memang jarang gabung seperti masyarakat lainnya," kata Melda.

Dia juga mengatakan selama ini tidak pernah ada keributan di rumah tangga mereka.

"Kitakan tetangganya, makanya kaget juga kok bisa sampai seperti itu," kata Melda.

Syahrul sendiri memilik tiga orang anak, di mana anak pertamanya masih kelas tujuh dan anak paling kecil masih kecil.

"Kita tidak tahulah, kasihan juga anaknya masih ada yang kecil," kata Melda.

Dia mengatakan Istri Syahrul dikenal baik di tengah masyarakat, bahkan sering juga ngmpul bersama masyarakat."Makanya kita kaget," kata Melda.

Di tempat terpisah Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan korban nekat mengakhiri hidupnya hidupnya karena persoalan ekonomi.

"Dari pantauan di lapangan, kita tidak temukan hal hal mencurigakan," kata Syafruddin.

Dia juga menjelaskan untuk kepentingan penyidikan korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri."Hasil pastinya nanti dari rumah sakit, kita belum bisa memberikan komentar banyak,"kata Syafruddin. (dra/ian)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved