Hakim Pengawas Akan Ambil Sikap Atas Perselisihan Penjualan Merek PT Njonja Meneer

Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyebut dua orang kurator berselisih pendapat terkait penjualan 72 merek PT Njoja Meneer.

Hakim Pengawas Akan Ambil Sikap Atas Perselisihan Penjualan Merek PT Njonja Meneer
Tribun Jateng/m syofri
Ratusan buruh pabrik jamu Njonja Meneer menggelar aksi di depan kantor pusat pabrik tersebut, Jalan Raden Patah, Kota Semarang, Senin (27/06/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua orang kurator berselisih pendapat terkait penjualan 72 merek PT Njonja Meneer.

Juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Eko Budi Supriyanto menuturkan hakim pengawas memanggil dua kurator, Senin (25/2/2019).

Pemanggilan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi adanya perbedaan pendapat tentang penjualan 72 merek Njonja Meneer.

"Waktu itu ada penawaran Rp 10,250 miliar untuk 72 merek. Sementara ada penawar lain yang lebih rendah. Dia kami panggil dan mengatakan ada perbedaan pendapat," ujarnya, saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (27/2/2019).

PN Semarang Bakal Panggil Kurator PT Njonja Meneer Berkait Pembagian Hak Karyawan

Oleh sebab itu, adanya perbedaan pendapat, hakim pengawas akan mengambil sikap dengan menerapkan pasal 73 ayat 2 UU Kepailitan.

Namun pihak kurator masih akan membicarakan kembali sebelum hakim pengawas melakukan keputusan atas lelang merek.

"Itu hanya untuk lelang merek. Kalau yang lainnya setuju semua," tuturnya.

Menurut dia, hasil lelang merek tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar semua kreditur.

Hal ini dikarenakan separatis telah mengikat menjadi hak tanggungan aset Njonja Meneer.

"Separatis tersebut adalah bank Papua. Aset tersebut telah dijual oleh Bank Papua. Aset itu berada di Kaligawe dan Bergas," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved