Sedulur Sikep Kudus Merespon Pemilu 2019: Bukan Waktunya Apatis Tetapi Ini Terlalu Rumit

Meski belum ada sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagian masyarakat Sedulur Sikep sudah mengetahuinya dari gegap gempitanya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Tokoh Sedulur Sikep Kabupaten Kudus, Budi Santoso 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Gelaran Pemilu 2019 semakin dekat.

Gegap gempitanya telah menyeruak ke berbagai elemen masyarakat.

Lalu, apakah hal ini juga terjadi pada Sedulur Sikep, misalnya?

Rabu (27/2/2019) siang, Budi Santoso, tokoh Sedulur Sikep asal Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus duduk santai di ruang tamu.

Dia menyambut kedatangan sejumlah pewarta ke rumahnya.

Tak lupa seisi rumah, anak istri dan cucunya juga ikut menyambut.

Obrolan kemudian menggelinding layaknya tuan rumah pada umumnya yang berbasa-basi dengan tamunya.

Sampai akhirnya obrolan mengerucut soal pesta demokrasi yang akan digelar serentak di tahun ini.

“Sebagai Sedulur Sikep atau orang banyak yang menyebutnya Samin, sebagian besar sudah mengetahui terkait sebentar lagi akan digelar pemilu,” kata Budi.

Meski belum ada sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagian masyarakat Sedulur Sikep sudah mengetahuinya dari gegap gempitanya informasi tentang pemilu dari layar kaca.

Sebagian besar warga sudah memiliki televisi sebagai kebutuhan informasi.

“Kami juga tidak menolak adanya teknologi. Ajaran Sedulur Sikep itu terkait perilaku dan itu adanya di dalam hati. Jadi jangan dianggap kalau kami terus menolak teknologi, televisi contohnya,” kata Budi.

Lantas, Budi mengatakan, siapa saja yang bakal maju mencalonkan diri sebagai calon Presiden, Budi sudah mengetahuinya.

Begitu juga dengan Sedulur Sikep lain, sudah banyak yang tahu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved