OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Awal Tahun 2019

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga.

OJK Sebut Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Awal Tahun 2019
tribunjateng/hermawan endra wijanarko
Polisi Belum Berkoordinasi dengan OJK Terkait Hilangnya Duit Pemkot 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga.

Sejalan dengan penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan profil risiko lembaga jasa keuangan pada bulan Januari 2019.

Beberapa sentimen positif mendorong penguatan pasar keuangan global dan aliran modal ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Kebijakan the Fed diperkirakan akan semakin akomodatif, terlihat dari pernyataan-pernyataan pejabat the Fed yang cenderung dovish.

Hal ini menguatkan ekspektasi pasar the Fed belum akan meningkatkan suku bunga kebijakannya.

Di samping itu, sentimen positif juga berasal dari turunnya tensi perang dagang seiring berlangsungnya perundingan dagang AS dan Tiongkok.

Sejalan dengan hal tersebut, menurut Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik, Anto Prabowo, masuknya investasi portofolio ke pasar keuangan domestik mendorong surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal terakhir tahun 2018.

Ini Maksud OJK Hadirkan AFPI, Fintech Isi Kekurangan Perbankan di Indonesia

Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 sebesar 5,17% yoy, tertinggi dalam lima tahun terakhir, meningkatkan keyakinan investor permintaan (demand) akan semakin solid, diikuti dengan penguatan sektor produksi ke depan.

"Nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di Bulan Januari 2019. Nilai tukar Rupiah menguat sebesar 2,9% mtm, sementara IHSG meningkat sebesar 5,5% mtm dengan investor nonresiden membukukan net buy sebesar Rp 13,8 triliun," tutur Anto Prabowo, pada Tribunjateng.com, Kamis (28/2/2019).

Adapun secara sektoral, lanjutnya, kontributor terbesar kenaikan IHSG berasal dari sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi.

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved