Tokoh Agama Salatiga Tolak Masjid Sebagai Tempat Kampanye

Tokoh agama dan ulama serta masyarakat diminta menjaga kesucian masjid sebagai tempat ibadah dengan tidak menggunakannya untuk kepentingan politik

Tokoh Agama Salatiga Tolak Masjid Sebagai Tempat Kampanye
Humas Polresta Salatiga/Sutopo
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono bersama tokoh agama dan masyarakat membentangkan spanduk penolakan masjid dijadikan tempat kampanye seusai shalat subuh di Masjid Yaa Bunayya Kutowinangun Lor, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA --Tokoh agama dan ulama serta masyarakat diminta menjaga kesucian masjid sebagai tempat ibadah dengan tidak menggunakannya untuk kepentingan politik. Hal itu, disampaikan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono saat safari salat Subuh di Masjid Yaa Bunayya, Karangpete, Kelurahan Kutowinangun Lor, Tingkir, Kamis (28/2/2019).

Menurut AKBP Gatot, melihat perkembangan situasi saat ini selalu menjaga kebersamanan dan keamanan lingkungan dan kemurnian masjid sudah menjadi tanggungjawab sebagai umat beragama. Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan isu agama maupun politik serta tetap menjaga kerukunan sehingga kondusivitas tetap terjaga dengan baik menghadapi Pemilu 2019.

“Saya mohon para tokoh agama dan ulama serta masyarakat turut menjaga kesucian masjid dengan tidak digunakan kepentingan politik tertentu berupa kampanye,”terangnya kepada Tribunjateng.com dalam rilis yang diterima, Kamis (28/2/2019)

Hal senada juga diungkapkan tokoh agama setempat Ustadz Rifai Romli menyampaikan dukungannya mewujudkan Pemilu 2019 damai dan kondusivitas kamtibmas di wilayah Salatiga. Pihaknya menyambut baik selaku tokoh agama dan ulama menolak kegiatan politik, terlebih kampanye selama pelaksanaan Pemilu 2019 di lingkungan masjid.

"Saya ucapkan terimkasih atas imbauan dan upaya yang dilakukan. Masjid Yaa Bunayya tidak akan pernah digunakan untuk kegiatan politik maupun kampanye sampai kapan pun karena masjid adalah tempat untuk ibadah,"katanya.

Sebagai wujud dukungan terwujudnya Pemilu 2019 damai di Salatiga sejumlah warga bersama Kapolres berserta beberapa perwira di lingkungan Polres Salatiga membentangkan spanduk  bertuliskan "Kami segenap tokoh agama, tokoh masyarakat dan alim ulama Kota Salatiga menolak  Masjid digunakan sebagai tempat kampanye".(ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved