Ahmad Dhani Tolak Tandatangani Perpanjangan 60 Hari Masa Tahanan, Kuasa Hukum: Karena Tidak Lazim

Pengadilan Tinggi DKI memperpanjang penahanan Ahmad Dhani selama 60 hari ke depan, namun ditolak yang bersangkutan.

Ahmad Dhani Tolak Tandatangani Perpanjangan 60 Hari Masa Tahanan, Kuasa Hukum: Karena Tidak Lazim
surya.co.id/sugiharto
Ahmad Dhani Prasetya usai menjalani sidang ketiganya terkait kasus ujaran kebencian di PN Surabaya, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Pengadilan Tinggi DKI memperpanjang penahanan Ahmad Dhani selama 60 hari ke depan.

Namun, Ahmad Dhani menolak menandatangani surat perpanjangan penahanan tersebut.

Hal itu diungkap Sahid SH, kuasa hukum Ahmad Dhani, saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

"Mas Ahmad Dhani menolak tandatangan karena tidak memiliki dasar hukum," kata Sahid.

Masa penahanan pentolan Grup Band Dewa 19 itu, kata Sahid, harusnya habis pada 2 Maret 2019 mendatang.

Dia ditahan berdasarkan ketetapan Pengadilan Negeri DKI setelah divonis 1,5 tahun atas kasus ujaran kebencian oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Atas nama hukum, Ahmad Dhani harus bebas pada 2 Maret 2019 nanti. Jika tidak dibebaskan berarti ada pelanggaran HAM terhadap Ahmad Dhani," ujar Sahid.

Perpanjangan penahanan tersebut, menurutnya tidak lazim, karena Ahmad Dhani tidak sedang dalam proses sidang.

Sementara, sidang di Surabaya adalah perkara lain.

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sebelumnya memperpanjang masa penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved