Maknai Pemilu Tanpa Golput, di Pekalongan Rhoma Irama Dendangkan Lagu Berjudul Doa dan Perjuangan

Sang raja dangdut Rhoma Irama dendangkan lagu berjudul doa dan perjuangan untuk masyarakat Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan.

Maknai Pemilu Tanpa Golput, di Pekalongan Rhoma Irama Dendangkan Lagu Berjudul Doa dan Perjuangan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Rhoma Irama saat mendatangi Lapangan Candi Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/3/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PETUNGKRIYONO - Sang raja dangdut Rhoma Irama dendangkan lagu berjudul doa dan perjuangan untuk masyarakat Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/3/2019) sore.

Lagu tersebut sengaja dinyanyikan Rhoma Irama untuk warga yang berkumpul di Lapangan Candi Desa Tlogohendro, agar masyarakat memaknai Pemilu dengan doa dan perjuangan.

Walaupun hujan deras mengguyur Petungkriyono, namun masyarakat tetap antusias menyaksikan ceramah dan lantunan sang raja dangdut.

Selain menghibur masyarakat Rhoma juga memberikan pemahaman tentang Pancasila kepada warga Desa Tlogohendro.

"Jangan mengaku Pancasila jika belum bisa menghafal dan memakai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya di atas panggung, Jumat (1/3/2019) sore.

Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak golput dalam Pemilu April mendatang.

"Jangan golput setuju?. Jika ingin Indonesia maju jangan pernah golput setuju," pintanya

Ia juga menyinggung kebijakan dan Rencana Undangan-Undang (RUU) yang tidak memihak rakyat serta menyalahi kaidah Islam.

"Contohnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang merusak kaidah Islam, karena dalam RUJ selama suka sama suka diperbolehkan lelaki berhubungan seksual dengan wanita lain, lelaki menikahi lelaki serta wanita menikah dengan wanita," ujarnya.

Ditambahkannya masyarakat bebas memilih dalam Pemilu, namun bebas yang bertanggungjawab dan menerima resiko atas pilihannya.

"Jika ada kebijakan yang dikeluarkan pemimpin nanti jangan salahkan pemimpin namun salahkan rakyatnya yang sudah memilih," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved