Pakar Psikologis Klinis Dewasa Ayu Rahmawati Tirto Bagi Tips Bersosmed di Syantik & Tamvan

Pakar Psikologis Klinis Dewasa Ayu Rahmawati Tirto memberikan tips untuk menggunakan atau mengakses sosial media secara bijak.

Pakar Psikologis Klinis Dewasa Ayu Rahmawati Tirto Bagi Tips Bersosmed di Syantik & Tamvan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Ayu Rahmawati Tirto Pakar Psikolog Klinis Dewasa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka meminimalisir pengaruh buruk akibat keseringan bersosial media, seorang Pakar Psikologis Klinis Dewasa Ayu Rahmawati Tirto mengimbau untuk benar-benar menggunakan atau mengakses sosial media pada waktu yang luang saja.

Hal tersebut disampaikan Ayu dalam kegiatan 'Syantik & Tamvan' dengan tema 'Remaja Disko' yang diselenggarakan Pusat Informasi dan Layanan Remaja (Pilar) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah di Angkringan Kemebul Jalan Bendungan, Barusari, Semarang Selatan, Sabtu (2/3/2019) sore.

Ditemani Leoni Dwi Agitha sang Putri Pariwisata Indonesia 2018, Ayu memberikan tips bagaimana cara bersosial media dengan bijak.

Hal tersebut menjadi fokus sang psikolog dan juga Pilar PKBI Jawa Tengah pada khususnya terkait kecenderungan para remaja era milenial yang dipengaruhi sosial media terhadap citra diri masing-masing.

Meski tidak sepenuhnya mengarah pada hal yang buruk saja, Psikolog 27 tahun tersebut mengatakan, bukan tidak mungkin potensi buruk lebih berpotensi ada daripada sebaliknya.

Pakar IT Udinus: Maraknya Penipuan di Sosial Media Kroscek Pakai Saluran Komunikasi Lain

"Remaja bersosmed otomatis informasi, wawasan, dan inovasi lebih terbuka. Info berbau konflik, kecemasan, berita negatif sangat berpotensi mengganggu psikologis remaja," ucap Ayu.

Lebih lanjut, perempuan cantik yang juga sebagai fasilitator layanan Hallo Doc itu sangat menyayangkan terjadinya kasus-kasus remaja yang depresi dan melukai diri sendiri karena persoalan yang dimulai dari sosmed.

Untuk itu, Ayu mengimbau beberapa hal dalam upaya menghindarkan remaja dari pengaruh buruknya sosial media.

Di antaranya, jadwalkan puasa sosial media dalam waktu-waktu tertentu, hindari bermain sosial media hingga larut malam karena dapat menyebabkan susah tidur, sedikitkan penggunaan sosial media dalam keadaan badan kurang baik.

"Lebih bagus optimalkan kegiatan nyata tanpa bermain sosial media ataupun gadget, pas lagi kumpul sama teman atau keluarga, pas waktu luang, dan tidak kalah penting sayangi diri sendiri serta sadar penuh tentang emosi diri," ujar Ayu.

Dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 remaja di Kota Semarang tersebut, Staf Pilar PKBI Jateng Rosta Rosalina mengatakan, kegiatan yang dirinya dan teman-teman lakukan semata-mata sebagai wadah remaja untuk saling bertukar pikiran.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus berupaya mengangkat isu-isu yang berhubungan erat dengan kehidupan remaja dalam bersosial media.

"Media sosial tak lepas bagaimana remaja memandang terhadap tubuh yang dimilikinya. Contoh saja, selebgram bertebaran, hal ini menjadi kesadaran bersama supaya tetap memiliki kontrol," jelas Rosta.

"Terutama menghindari kenekatan remaja dalam hal menjadi sosok viral namun dengan cara yang tidak jelas, bisa membahayakan diri sendiri," tandas Rosta. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved