Pengamat Politik Adi Prayitno Cium Upaya Sistematis Mendelegitimasi Pemilu, Ini Tandanya

Menurut dia, sejatinya opini seperti ini tak memperoleh simpati pemilih maupun menaikkan suara secara signifikan

Pengamat Politik Adi Prayitno Cium Upaya Sistematis Mendelegitimasi Pemilu, Ini Tandanya
Tribunnews
Ilustrasi Pemilu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengamat politik Uinversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Praytino, mencium ada upaya sistematis untuk mendelegitimasi integritas Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut dia, indikasi itu tampak dari adanya pengerahan massa Forum Umat Islam (FUI) di kantor KPU, kemarin.

Selain massa FUI, turut serta dalam aksi demontrasi itu politikus senior, Amien Rais. Dalam aksi itu, massa menuntut adanya audit forensikk terhadap sistem informasi KPU, serta menyimpan kotak suara di Koramil-koramil yang tersebar di Indonesia.

"Saya melihat ada upaya-upaya mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu. Tuntutan yang disampaikan itu itu, bagian dari logika-logika untuk mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu oleh‎ KPU," kata Adi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/3).‎

Adi menilai, pola-pola membangun opini bahwa ada kecurangan sistematis dalam penyelenggaraan Pemilu, merupakan pengulangan sebagaimana pada 2014 lalu.

Menurut dia, sejatinya opini seperti ini tak memperoleh simpati pemilih maupun menaikkan suara secara signifikan.

"‎Kandidat lupa bahwa yang masyarakat butuhkan adalah gagasan, visi, dan program yang nyata untuk membangun bangsa. Kalau terus bermain dengan isu kecurangan, justeru berpotensi mengganggu jalannya Pemilu," tegasnya.‎

Karena itu, menurut dia, memang sebaiknya semua kubu kini lebih fokus pada penyampaian gagasan, visi, dan program.

Terlebih, sambung Adi, di era demokrasi dengan serba keterbukaan informasi seperti sekarang ini, mestinya KPU justru satu-satunya lembaga yang dipercaya untuk menyelenggarakan Pemilu.‎

"Saya kira cukup berlebihan kalau ada upaya mengaudit IT KPU, sedangkan penghitungan suara di Indonesia yang diakui secara resmi masih secara manual. Karena itu, sekali lagi isu-isu seperti ini bagian dari upaya mendelegitimasi KPU," urai Adi.‎

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved