Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Siang Ini, Diskusi Mengenang Nh Dini di Gramedia Pemuda Semarang

Siang ini pukul 14.00 WIB, Gramedia Pemuda Semarang menjadi lokasi puncak rangkaian obituari Mengenang Nh Dini, Sabtu (2/3/2019).

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: abduh imanulhaq
KOMPAS.COM
NH Dini 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siang ini pukul 14.00 WIB, Semarang menjadi lokasi puncak rangkaian obituari Mengenang Nh Dini, Sabtu (2/3/2019).

Acara di Gramedia Jalan Pemuda ini digelar Bentara Budaya sebagai bagian dari upaya mengenang sastrawan Nh Dini yang berpulang pada 4 Desember 2018.

Sebelumnya, obituari ini digelar di Jakarta, Solo, dan Denpasar.

Khusus di kota kelahirannya, topik diskusi yang diangkat adalah Semarang dalam Karya Nh Dini.

"Kami mengangkat topik ini karena Nh Dini terbilang intens menjadikan Semarang sebagai latar cerita maupun inspirasi kepengarangannya. Di samping itu, terbuka pula kemungkinan pembahasan yang lebih luas meliputi perkembangan kesusastraan di Semarang atau perihal pertautan hubungan antara para pengarang dengan kota-kota yang menjadi lokasi mukimnya," demikian keterangan Bentara Budaya.

Acara ini tak hanya diniatkan untuk mengingat sosok Nh Dini.

Tujuan lain adalah turut mendekatkan karya-karyanya kepada khalayak luas, khususnya para pembaca muda.

Sepanjang hidup, Nh. Dini telah menulis puluhan buku yang mewarnai perjalanan kesusastraan di Indonesia.

Beberapa judul yang dikenal dan dipujikan antara lain Pada Sebuah Kapal (novel, terbit pertama kali 1972), La Barka (novel, terbit pertama kali 1975), Padang Ilalang di Belakang Rumah (novel, terbit pertama kali 1978), dan Keberangkatan (novel, terbit pertama kali 1987). 

Bahkan kreativitas Nh Dini yang terkait dengan Semarang tidak hanya terbatas pada sastra.

Bersama kakaknya, Teguh Asmar, semasa remaja Nh Dini mendirikan perkumpulan seni Kuntjup Seri di Semarang.

Kegiatannya antara lain berlatih karawitan, bermain sandiwara, dan menyanyi tembang Jawa maupun lagu Indonesia lain.

Bahkan sejak 1986, Nh. Dini juga membina anak-anak untuk menulis di Pondok Sekayu, Desa Kedung Pani. 

Tampil sebagai narasumber diskusi adalah Triyanto Triwikromo dan S Prasetyo Utomo.

Keduanya merupakan sastrawan yang terbilang dekat dengan sosok Nh. Dini.

Triyanto Triwikromo merupakan sastrawan yang juga jurnalis di Harian Suara Merdeka.

Dia mendapat anugerah Tokoh Seni Pilihan Tempo 2015 (Sastra-Puisi) setelah menulis Kematian Kecil Kartosoewirjo.

Ia juga memperoleh Penghargaan Sastra 2009 Pusat Bahasa untuk buku kumpulan cerpen Ular di Mangkuk Nabi. 

Adapun S. Prasetyo Utomo selain mengajar di Universitas PGRI Semarang juga aktif menulis esai dan cerpen.

Beberapa di antaranya dimuat di Horison, Jawa Pos, Koran Tempo, dan Suara Pembaruan serta terangkum sebagai Cerpen Terbaik Kompas tahun 2008-2010.

Bukunya yang telah terbit antara lain novel Bidadari Meniti Pelangi (Penerbit Buku Kompas, 2005) dan novel Tangis Rembulan di Hutan Berkabut (HO Publishing, 2009).

Selain diskusi, acara juga dipadukan dengan pembacaan karya dan musikalisasi novel dari Komunitas Bengkel Sastra Taman Maluku–Semarang.

Ada pula pemutaran video mengenai kehidupan sehari-hari Nh Dini berikut sekitar dokumentasi semasa mukimnya di Ungaran dan Banyumanik.

Testimoni atas sosok dan kekaryaan Nh Dini juga terbuka bagi para sahabat dekat maupun seniman-seniman Semarang yang pernah dekat serta akrab dengan sang sastrawan.

Informasi ini sekaligus menjadi undangan bagi siapa pun yang berminat hadir.

Kegiatan ini didukung pula oleh Gramedia Balaikota Semarang, Sonora Semarang, Tribun Jateng, dan MyValue Kompas Gramedia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved