Breaking News:

Besok Senin, BPBD Kendal Rapat Finalisasi Pembangunan Kembali Jembatan Kaliblukar

Pemkab Kendal akan membangun kembali jembatan penghubung Desa Sojomerto dengan Desa Sidokumpul, yang terputus akibat pondasi ambrol diterjang banjir.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Warga Desa Rejosari Kecamatan Brangsong, termasuk Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal memanfaatkan jembatan gantung melintasi Sungai Blorong, Selasa (19/2/2019). Jembatan itu merupakan bantuan Kementerian PUPR RI. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal akan membangun kembali jembatan penghubung Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh dengan Desa Sidokumpul Kecamatan Patean yang putus karena pondasi ambrol setelah diterjang ribuan kubik air.

Jembatan gantung yang menjadi akses utama kedua warga di desa tersebut putus pada Jumat (1/3/2019).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan, pada Senin (4/3/2019) bakal dilaksanakan rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait proses pembangunan jembatan itu.

"Pemkab Kendal akan segera memperbaiki. Senin (4/3/2019), kami akan rapat terlebih dahulu untuk menentukan jembatan yang akan dibuat seperti apa. Apakah menggunakan jembatan gantung atau jembatan yang lebih besar," jelasnya, Minggu (3/3/2019).

Wiwit mengatakan, pihaknya juga telah menyurvei lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal dalam penyusunan rancangan anggaran biaya (RAB) pembuatan jembatan baru.

"Untuk pembangunannya nantinya direncanakan menggunakan DTT (Dana TIdak Terduga) di BPBD Kabupaten Kendal," jelasnya.

Kepala DPUPR Kendal Sugiyono menuturkan, pihaknya telah membuat gambar jembatan yang akan dibangun.

Adapun sungai yang dilintasi jembatan itu yakni Kaliblukar bukan Kalibodri.

"Gambar dan RAB telah kami buat," tuturnya.

Ia menambahkan, selama survei pihaknya mendapatkan usulan dari masyarakat agar jembatan yang dibangun dapat dilintasi kendaraan beroda empat.

Artinya tak sekadar sepeda motor, tetapi juga mobil.

Menurutnya, agar jembatan dapat dilintasi mobil, dibutuhkan anggaran mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.

Tetapi jika berkonsep jembatan gantung, perkiraan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 900 juta.

"Jembatan nantinya akan dipanjangkan dari sebelumnya 48 meter menjadi 60 meter. Tujuannya agar pondasinya tidak lagi berdekatan sungai." tambahnya. (Dhian Adi Putranto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved