Bupati Karanganyar Bangga Kaum Milenial Turut Populerkan Kopi Karanganyar Lawu

Bupati Karanganyar Juliyatmono ungkapkan kebanggaannya kepada kaum milenial yang mempopulerkan Kopi Karanganyar Lawu.

Bupati Karanganyar Bangga Kaum Milenial Turut Populerkan Kopi Karanganyar Lawu
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto bersama jajaran Forkopimda Karanganyar beserta IKA FIB Undip Semarang minum kopi Karanganyar Lawu secara bersama-sama dalam acara Festival Kopi Lawu di pelataran selatan Air Mancur Alun-alun Karanganyar, Sabtu (2/3/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono ungkapkan kebanggaannya kepada kaum milenial yang berkecimpung sebagai petani kopi dan pengusaha kedai kopi di Karanganyar.

Hal tersebut menurutnya, para kaum milenial di Karanganya turut me-branding Kopi Karanganyar Lawu.

Pernyataan itu diungkapkannya Juliyatmono saat menghadiri acara festival Kopi Karanganyar Lawu yang diselenggarakan di pelataran selatan Air Mancur Alun-alun Karanganyar, Sabtu (2/3/2019) malam.

Pantauan dari Tribunjateng.com, ratusan warga Karanganyar yang kebanyakan terdiri dari kaum milenial tampak antusias menyemarakkan acara bertajuk Sruput Kopi Karanganyar Lawu gratis bersama Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto malam itu.

Acara malam itu terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Karanganyar beserta Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro Semarang.

Prakiraan Cuaca di Kabupaten Karanganyar Menurut BMKG Hari Minggu Ini

Sebanyak 10 kedai kopi memberikan secangkir kopi secara cuma-cuma kepada para pengunjung yang datang.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Kopi Karanganyar Lawu ini akan terus dikembangkan melalui anak muda dan kelompok tani.

"Perlu diketahui produksi kopi kita memang masih kurang, karena kedai-kedai kopi (Karanganyar) ini cukup aktif. Per harinya rata-rata bisa menjual 50 sampai 100 cangkir kopi. Ini cukup menjanjikan dari segi ekonomi," terangnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (2/3/2019) malam.

Harapannya, festival semacam ini tidak hanya digelar setahun sekali.

"Kita akan lihat momentum-momentum tertentu, supaya kopi ini bisa populer," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Agus Iswadi
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved