Pemilu 2019

Sudah Ada 3.897 DPTb di Kota Semarang, Diperkirakan Terus Bertambah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hingga saat ini mencatat ada sejumlah 3.897 daftar pemilih tambahan (DPTb) untuk Pemilu 2019.

Sudah Ada 3.897 DPTb di Kota Semarang, Diperkirakan Terus Bertambah
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Petugas PPK dan PPS lakukan sortir dan lipat surat suara Pilpres 2019 di Gudang KPU Kabupaten Batang, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hingga saat ini mencatat ada sejumlah 3.897 daftar pemilih tambahan (DPTb) untuk Pemilu 2019.

Jumlah tersebut berdasarkan penetapan DPTB per 17 Februari 2019. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Hal ini mengingat KPU Kota Semarang masih melayani proses proses pindah memilih hingga H-30 pelaksanaan pemilu, tepatnya 17 Maret 2019.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengimbau masyarakat yang tidak bisa memilih di tempat pemungutan suara (TPS) terdaftar untuk segera mengurus proses pindah memilih.

Adapun caranya, masyarakat hanya datang ke KPU kota tujuan dengan membawa KTP dan fotokopi KK. KPU akan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) untuk membuat form A5.

"Namun, yang paling penting sekali adalah memastikan namanya terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT)," jelas Nanda, sapaan Ketua KPU Kota Semarang, Minggu (3/3/2019).

Guna memastikan bahwa namanya tercantum dalam DPT, lanjut Nanda, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Pemilu 2019. Dalam aplikasi tersebut terdapat kolom cek NIK. Lalu, masyarakat tinggal memasukan NIK dan namanya.

"Nanti di situ terlihat namanya siapa alamat dimana terdaftar di TPS berapa. Dasar itu yang membuat kami bisa mengisi form A5. Kalau tidak terdaftar di suatu TPS, tidak bisa urus A5 atau pindah memilih," paparnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ada konsekuensi tersendiri jika pemilih melakukan proses pindah memilih yakni hak suaranya akan berkurang ketika melakukan pindah memilih dengan berbeda daerah pilihan (dapil).

"Misalnya warga Pedurungan hendak memilih ke Mijen pasti nanti hanya dapat 4 surat suara karena Pedurungan dan Mijen beda dapil untuk DPRD kota, terlebih jika berbeda kota, tentu hak suaranya akan berkurang. Tapi, ketika warga Gajahmungkur pindah di Gunungpati, mereka masih dapat surat suara komplit karena masih satu dapil," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved