Takut Lewat JPO di Kota Semarang yang Pijakannya Keropos, Baihaqi Pilih Seberangi Jalan Raya

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jendral Sudirman, Kota Semarang, tepatnya di dekat SMAN 6 Semarang jarang digunakan.

Takut Lewat JPO di Kota Semarang yang Pijakannya Keropos, Baihaqi Pilih Seberangi Jalan Raya
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Jendral Sudirman, Kota Semarang, tepatnya di dekat SMAN 6 Semarang sudah tidak beratap. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jendral Sudirman, Kota Semarang, tepatnya di dekat SMAN 6 Semarang jarang digunakan.

Seorang pejalan kaki, Baihaqi Anizar mengaku enggan menyeberang melalui JPO. Sebab, kondisi JPO sudah tidak terawat. Dia merasa takut jika saat menyeberang lewat JPO, pijakan yang terbuat dari kayu itu mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

"Takutnya kayunya keropos terus jatuh. Mending lewat jalan raya saja, JPO nya sudah rusak," ucap Baihaqi, Minggu (3/3/2019).

Menurutnya, JPO tersebut memang perlu perbaikan agar pengguna jalan mau menggunakan JPO. Saat ini, terdapat kerusakan di beberapa bagian dari JPO tersebut. Atap JPO juga sudah hilang.

Meski kondisi demikian, masih ada pejalan kaki yang mau menggunakannya.

Seorang pejalan kaki, Tumini mengaku kerap menyebrang menggunakan JPO tersebut walaupun banyak orang yang tidak mau menggunakan.

Dia beranggapan, menggunakan JPO lebih aman pasalnya kondisi lalu lintas yang ramai.

Tumini sebenarnya tidak terlalu menghiraukan kondisi JPO yang cukup memprihatinkan selama itu masih dapat digunakan.

Namun, dia tetap berharap fasilitas umum tersebut dapat segera diperbaiki agar pengguna JPO merasa lebih nyaman.

"Kalau bisa ya diperbaiki. Soalnya, kalau hujan repot, tidak ada atapnya pasti kehujanan. Kalau pakai payung juga susah, karena posisi di atas jalan raya anginnya kencang," ujarnya.

Sementara itu, data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, ada 25 JPO di Kota Semarang, sembilan di antaranya dalam kondisi kurang layak.

Kepala Dishub Kota Semarang, M khadik mengungkapkan, JPO yang sudah tidak layak tersebut memang membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Pihaknya pun sudah berupaya mengajukan anggaran kepada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (SNVT P2JJ) terkait pembangunan JPO di Kota Semarang sejak 2018. Hanya saja, permohonan tersebut belum disetujui hingga saat ini.

''Pada 2019 ini, tidak ada anggaran untuk pembangunan JPO karena permintaan tersebut belum disetujui SNVT P2JJ,'' terangnya.(eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved