320 Bintara Polda Jateng Dikerahkan untuk Halau Aksi Demonstrasi dan Teror di Purwokerto

Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng, Purwokerto, Kabupaten Banyumas tiba-tiba dipenuhi para demonstran, pada Senin (4/3/2019).

320 Bintara Polda Jateng Dikerahkan untuk Halau Aksi Demonstrasi dan Teror di Purwokerto
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
320 Bintara Polri Polda Jateng  simulasi penanggulangan aksi demo dan teror, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng, Purwokerto, Kabupaten Banyumas tiba-tiba dipenuhi para demonstran, pada Senin (4/3/2019).

Masa berkerumun dan melakukan aksi demonstrasi karena ingin menolak hasil pemilu. Mereka memaksa masuk ke area lapangan dan berorasi di depan pengunjung. Masa yang datang memaksa supaya membatalkan hasil pemilu. 

Masa yang dikerahkan kurang lebih sebanyak 200 orang. Mereka memaksa ingin bertemu dengan ketua Bawaslu dan meminta kejelasan terkait tindak pidana kecurangan pemilu.

Masyarakat disekitar aksi demonstrasi merasa panik dan takut karena masa mulai bertindak brutal. Mereka membakar ban bekas dan membawa barang-barang tajam.

Melihat kondisi demikian, akhirnya 320 Bintara Polri Polda Jateng dikerahkan untuk mengatasi demonstrasi tersebut. Dibantu dengan mobil water canon dan gas air mata, polisi mencoba menghalau para demonstran.

Namun semua itu hanyalah simulasi penanggulangan demo dan teror. Setelah dilantik oleh Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono para Bintara Polisi unjuk kebolehan dihadapan seluruh tamu yang hadir.

Mereka dilatih bagaimana mengatasi situasi teror dan demonstrasi. Apalagi dalam situasi menjelang pemilu 2019 potensi konflik menjadi rawan terjadi.

"Pendidikannya selama 7 bulan, sejak 7 Agustus 2019 hingga 4 Maret 2019. Selain ilmu fungsi teknis kepolisian juga ada tambahan-tambahan bela diri Polri seperti judo, karate," ungkap Kapolda Jateng, Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono kepada Tribunjateng.com, Senin (4/3/2019).

"Selain itu mereka juga dilatih bagaimana pengendalian masa dan berbagai potensi konflik masa. Apalagi sekarang menjelang Pemilu 2019, peran mereka penting sebagai bagian dari pengamanan," tambahnya.

Para Bintara Polri tersebut rata-rata berumur 17 sampai 23 tahun. Kebanyakan dari mereka juga merupakan pelajar SMA sebanyak 235. Pelajar SMK sebanyak 70 orang, MA sebanyak 10 orang dan D3 sebanyak 5 orang.

Mereka nantinya akan ditempatkan di polres-polres. Akan tetapi, ada waktu sampai April 2019 nanti untuk menjadi kekuatan Polda untuk ikut dalam pengamanan pemilu. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved