Breaking News:

Pemkab Banjarnegara Siapkan Relokasi untuk Pedagang Pasar Mandiraja

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan merelokasi seluruh pedagang Pasar Mandiraja yang lapak dan kiosnya terbakar.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
khoirul muzaki
warga melihat puing-puing kebakaran Pasar Mandiraja Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Para pedagang korban kebakaran pasar Mandiraja Banjarnegara bisa sedikit bernafas lega.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara akan merelokasi seluruh pedagang Pasar Mandiraja yang lapak dan kiosnya terbakar. Pemkab pun telah menyiapkan calon tempat relokasi pasar.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dinperindagkop UKM) Banjarnegara, Joi Setiawan mengatakan, Pemkab akan merelokasi pedagang ke terminal Mandiraja. Letak terminal cukup dekat, hanya berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Mandiraja yang terbakar.

“Lapak yang terbakar, yang di dalam itu ada 450. Kios yang menghadap ke dalam itu 38,” katanya, Senin (4/3/2019).

Sesuai hasil rapat lintas dinas di Banjarnegara, menurut dia, pasar relokasi akan menempati sebagian area terminal Mandiraja. Sisanya, lahan terminal akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Keberadaan pasar dan terminal sama pentingnya, terlebih mendekati lebaran. Menjelang lebaran, aktivitas di pasar maupun terminal menjadi lebih padat.

Rancang pembangunan pasar relokasi tengah disiapkan oleh Dinas PU Banjarnegara. Relokasi dinilainya langkah tercepat untuk memastikan aktivitas perekonomian di pasar tetap berjalan.

Sebab, untuk pembangunan pasar seperti sedia kala, butuh perencanaan matang dan waktu yang tak sebentar.

Diharapkan, pembangunan pasar Mandiraja bisa dimulai pada APBD Perubahan 2019. Selain APBD Banjarnegara, Pemkab juga berencana mengajukan usulan pembangunan pasar ini kepada Pemerintah Pusat.

“Bisa daerah dan diusulkan ke pusat,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, omset pedagang di pasar relokasi akan menurun di bandingkan sebelumnya. Setidaknya, aktivitas perekonomian di pasar tidak lumpuh total.

Pasalnya, banyak yang menggantungkan matapencahariannya dari aktivitas pasar, mulai pedagang, pekerja harian, tukang becak, pengojek, pemilik jasa angkutan, kuli angkut hingga juru parkir.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved