Bonyamin Takut Tersangka Pabean Lari Ke Luar Negeri

LSM MAKI desak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk segera melakukan penahanan dan pencekalan terhadap pimpinan PT Surya Semarang Sukses Jayatama (SSSJ)

Bonyamin Takut Tersangka Pabean Lari Ke Luar Negeri
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Koordinator Maki Bonyamin Saiman kirimkan surat desakan ke Kejati Jawa Tengah agar menahan tersangka kepabean sekaligus pimpinan PT Surya Semarang Sukses Jayatama (SSSJ) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) desak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk segera melakukan penahanan dan pencekalan terhadap pimpinan PT Surya Semarang Sukses Jayatama (SSSJ) berinisial SS alias Loe Gule.

Desakan tersebut dilayangkan melalui surat oleh koordinator MAKI, Bonyamin ke Kantor Kejati Jateng, Senin (4/3/2019).

Bonyamin mengatakan, desakan tersebut berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa Kejati Jawa Tengah sedang menangani tindak pidana kepabean dengan tersangka SS alias LG.

Pada perkara tersebut tersangka telah merugikan negara sebesar Rp 50 Miliar.

"Dalam melakukan bisnisnya PT SSSJ diuga melakukan impor barang barang perbalatan terbuat dari besi dengan harga yang tinggi. Namun dalam dokumen impor ditulis barang pipa besi atau besi lonjoran sehingga terdapat selisih lebih rendah dalam pembayaran pajak bea cukai di pelabuhan Tanjung Emas," jelasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan selama menangani perkara SS sama sekali belum dilakukan pencekalan, dan penahan.

Dirinya berpendapat pencekalan dan penahan sangat diperlukan karena SS adalah pengusaha besar dan sering berpegian ke luar negeri.

"Kami meminta Kejati Jateng melakukan pencekalandan penahanan terhadap SS. Kami khawatir SS akan melarikan diri yang nantinya akan sulit untuk proses persidangan," terangnya.

Alasan lainnya, tersangka juga pernah menjalani hukum 1,5 tahun atas vonis Pengadilan Negeri (PN) Semarang terkait kasus pemalsuan sebagaimana telah termuat dalam berita media massa.

Jika tidak dikabulkan permintaanya tersebut, pihaknya akan melayangkan gugatan praperadilan melawan Kejaksan Agung RI cq Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

"Kami sangat menyayangkan tertutupnya proses penanganan perkara ini sehingga menimbulkan kesan penanganan perkara disembunyikan dan menjadikan tidak adanya kontrol dari masyarakat,"tukasnya.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved