Pedagang Ingin Segera Tempati Pasar Tambaklorok

Para pedagang di Kampung Bahari Tambaklorok tak sabar ingin menempati pasar baru yang dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR)

Pedagang Ingin Segera Tempati Pasar Tambaklorok
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Seorang pekerja sedang mengecat pagar Pasar Tambaklorok, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang di Kampung Bahari Tambaklorok tak sabar ingin menempati pasar baru yang dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Permukiman (PUPR).

Seorang pedagang ikan, Suminah mengaku, ingin segera menempati Pasar Tambaklorok tersebut. Pasalnya, selama ini dia harus berpindah-pindah lapak lantaran pembangunan jalan terus dikebut.

"Pembangunannya tidak hanya pasar, jalan juga dibangun. Ketika jalan sebelah sini dibangun kami harus pindah ke tempat lain. Jadi, jualannya pindah-pindah," tutur Suminah, Selasa (5/3/2019).

Sejauh ini, dia belum mendapatkan informasi kapan bisa mulai menempati pasar tersebut. Dia juga masih menunggu mekanisme pembagian lapaknya.

"Nanti aturan-aturan masuk pasarnya kami belum tahu. Kami masih menunggu," ucapnya.

Dia berharap, pembagian lapak bisa ditangani dengan adil agar semua pedagang bisa mendapatkan tempat dan bisa berjualan.

Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto mengatakan, saat ini masih menunggu perintah Wali Kota Semarang. Diakuinya, beberapa pedagang memang menghendaki untuk ditata oleh Dinas Perdagangan agar proses penataan berlangsung tertib.

"Ini kan belum selesai. Nanti kalau sudah ada perintah pak Wali kami siap menata. Begitu nanti Kementrian PUPR menyerahkan kepada Pemkot melalui pak Wali nanti saya langsung tata," katanya.

Dikatakannya, jumlah pedagang di Tambaklorok sekitar 150 pedagang. Dia memperkirakan jumlah tersebut akan bertambah dengan hadirnya pasar baru di Kampung Bahari Tambaklorok.

"Biasanya dalam suatu penempatan pasar baru pedagang pasti bertambah. Bisa jadi hingga 250. Itu sudah biasa," ujarnya.

Dia akan menata secara zonasi seperti pasar-pasar lainnya. Dia berharap dengan adanya pasar baru, pedagang di Tambaklorok semakin tertata mengingat sebelum dibangun pasar tempat tersebut merupakan pasar krempyeng yang membaur dengan tempat pelelangan ikan (TPI).

Manager Site Proyek Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok, Peter Sidabutar membeberkan, saat ini pasar sebenarnya sudah bisa difungsikan. Hanya saja, pihaknya sedang membersihkan sisa-sisa pembangunan yang ada di dalam pasar.

"Lampu semua sudah dipasang, kran air sudah dipasang, sudah bisa difungsikan. Kami hanya kurang pagar sebelah depan karena masih ada yang belum bebas," terangnya.

Dia menambahkan, akan mengadakan rapat dengan proyek, konsultan, dan instansi terkait untuk membahas serah terima. Meski pasar sudah dapat difungsikan, dia perlu koordinasi dengan beberapa pihak untuk menentukan penyerahan aset secara keseluruhan atau akan diserahkan secara parsial terlebih dahulu. Hal ini mengingat pembangunan jalan dan ruang tebuka hijau (RTH) masih dikerjakan.

"Masalah akan diserahkan kapan kami belum bisa memastikan. Saya ingin penyerahannya parsial. Jadi, pedagang bisa masuk pasar terlebih dahulu sehingga kami bisa melanjutkan pembangunan jalan dan RTHnya," paparnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved