Kelanjutan Kasus Ahmad Dhani Kangen Sang Putri

Musisi Ahmad Dhani, terdakwa kasus pencemaran nama baik yang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kembali membuat surat.

Kelanjutan Kasus Ahmad Dhani Kangen Sang Putri
KOMPAS.COM/TRI SUSANTO SETIAWAN
Ahmad Dhani saat menghadiri sidang pembacaan putusan pengadilan kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019). 

Rudi menjelaskan mengetahui adanya video Dhani pada pukul 17.45 WIB, setelah pulang dari aksi depan Hotel Majapahit, Surabaya. "Saya melihat video itu di Youtube. Aksi (demo) bubar pada pukul 11.45. Sebelum bubar kami bertemu perwakilan dari pihak Dhani. Kami minta Dhani meninggalkan Surabaya dan tidak melanjutkan deklarasi (deklarasi #2019 Ganti Presiden)," terangnya.

Koreksi BAP

Dalam kesempatan itu Rudi mencabut beberapa kata dalam berita acara pemeriksaan (BAP) , yaitu frasa `pendemo itu idiot'. Ia mengoreksi keterangan di BAP setelah diperlihatkan video yang dibuat Dhani. "Ya kalau tidak ada dalam video ya dicabut," tegasnya.

Sedang Syuhada dalam keterangannya menyatakan meminta Dhani meninggalkan Surabaya lantaran takut terjadi bentrok dengan sesama masyarakat Surabaya. Penasihat hukum Dhani kemudian bertanya kepada Syuhada apakah ada bukti atau petisi warga Surabaya menolak kedatangan Dhani.

"Saya tidak mau menjawab. Namanya khawatir ya tidak punya (tidak punya bukti), Pak," jawabnya. Serupa dengan Rudi, Syuhada juga mencabut keterangan dalam BAP terkait kata pendemo itu idiot.

Ahmad Dhani menyebut ada kekuatan asing yang menuliskan keterangan para saksi dalam BAP.

"Saya tidak menuduh polisi, tapi ada orang asing yang menuliskan kesaksian," terangnya di luar persidangan.

Menurut Dhani, keterangan dalam BAP bukan murni dari saksi. "Ada orang asing yang menuliskan kesaksian, karena pendidikan saksi tersebut tidak mencerminkan keterangannya dalam di BAP," tandasnya.

* Aksi dua jari

Meski berstus sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya, musisik Ahmad Dhani masih sempat membuat simbol dukungan kepada pasangan calon pemilihan presiden. Itu dilakukan di sela pemeriksaan barang bukti di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya (PN) Surabaya, Selasa (5/3).

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved