KPU Temanggung‎ Butuhkan 22.275 Orang Anggota KPPS dan Linmas untuk Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, membutuhkan 17.325 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

KPU Temanggung‎ Butuhkan 22.275 Orang Anggota KPPS dan Linmas untuk Pemilu 2019
yayan isro
Ketua KPU Temanggung, M. Yusuf Hasyim 1 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, membutuhkan 17.325 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presien (Pilpres) yang digelar serentak 17 April 2019 mendatang. ‎Demikian disampaikan Ketua KPU Temanggung, M. Yusuf Hasyim.

"Tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS), kita butuh sembilan orang, tujuh untuk anggota KPP‎S, dan dua orang untuk Linmas (perlindungan masyarakat, red),"kata Hasyim, Kamis (7/3).‎

Dituturkan, di Kota Tembakau total terdapat 2.475 TPS, yang tersebar di seluruh penjuru wilayah Temanggung.‎ Sehingga, rinciannya jumlah total TPS dikalikan lima orang anggota KPPS dan dua orang Linmas.

Maka, sambungnya, kebutuhan yang ada adalah 17.325 anggota KPPS, serta 4.950 Linmas. "Sehingga, total kebutuhan tenaga penyelenggaraan Pemilu di tiap TPS adalah 22.275 orang," urainya.‎

Disampaikan, saat ini proses perekrutan anggota KPPS dan Linmas sudah berjalan. Dituturkan, untuk pendaftaran sudah dilaksanakan pada 28 Februari - 5 Maret kemarin‎, sementara saat ini proses yang sedang berjaan adalah seleksi.

"Setelah itu, nanti ada pengumuman penelitian administrasi, lalu uji publik, dan kemudian pengumaman hasil akhir seleksi. Diharapkan pada 27 Maret‎ sudah dilantik," ucapnya.‎

Menurutnya, secara teknis proses pendaftaran dan seleksi merupakan domain Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berada di tingkat desa. "Syaratnya, tentu saja warga setempat untuk masing-masing TPS, berintegritas, netral tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu, dan minimal berijazah SMA, kalau tidak terpenuhi ya paling tidak bisa lancar baca-tulis," ucapnya.‎

Ditambahkan, perekrutan KPPS merupakan tahapan Pemilu yang cukup penting. Mengingat, peran krusial KPPS dalam kesuksesan penyelenggaraan pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang.

"Tahapan-tahapan Pemilu sudah berjalan, DPK (daftar pemilih khusus, red) dan DPTb (daftar pemilih tambahan, red) di Divisi Perencanaan dan Data, Divisi Sosialisasi, serta Divisi Logistik, sudah kita siapkan betul. Nantinya, yang berkecimpung di situ secara fokus adalah KPPS-nya," kata Hasyim.‎

Oleh kar‎ena itu, tandas dia, seleksi dalam proses perekrutan ini menjadi sangat penting, untuk memperoleh anggota KPPS yang berintegritas, netralitasnya terjaga, dan bisa melaksanakan pemungutan suara secara baik dan lancar.

"Sangat penting kita tekankan integritas dan netralitas anggota KPPS, agar bisa mengemban tugas menjadi penyelenggara dengan baik," tandasnya.

Di samping itu, usai pelantikan nanti anggota KPPS yang terpilih juga akan diberikan bimbingan teknis (bimtek), untuk mengetahui secara mendetail apa-apa saja tugas pokok dan fungsinya, serta hal-hal yang terlarang untuk dilakukan. Sebab, tugas-tugas KPPS sejatinya juga cukup berat dan vital dalam upaya suksesnya penyelenggaraan ‎Pemilu.

"Supaya penyelenggaraan Pemilu bisa maksimal, terutama yang terkait dengan DPTb dan DPK," imbuhnya. (*)‎

Penulis: yayan isro roziki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved