Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Peringati International Women's Day, ABK Suarakan Lawan Budaya Patriarki

aksi jalan kaki di Jalan Pahlawan dan Simpanglima Kota Semarang untuk memperingati Internatinal Women's Day (IWD) yang jatuh pada 8 Maret.

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Aksi jalan kaki Aliansi Barisan Kesetaraan (ABK) peringati International Women's Day di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (8/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aliansi Barisan Kesetaraan (ABK) melakukan aksi jalan kaki di Jalan Pahlawan dan Simpanglima Kota Semarang untuk memperingati Internatinal Women's Day (IWD) yang jatuh pada 8 Maret.

Dalam aksinya, ABK menyuarakan perlawanan terhadap budaya patriarki.

Memulai aksi dari Patung Kuda Undip Peleburan, mereka melakukan long march mengelilingi Simpanglima dan kembali ke titik awal dilanjutkan aksi teatrikal.

Puluhan orang terdiri organisasi yang tergabung dalam ABK dan solidaritas individu.

"Tuntutan utama kami adalah melawan budaya patriarki. Tuntutan itu diambil karena melihat kondisi saat ini kita kita dibuat merasa normal terhadap ketidakadilan kepada perempuan," sebut Humas ABK dan perwakilan dari Muda Melawan, Nadia, Jumat (8/3/2019).

Menurutnya, IWD merupakan momen yang pas untuk menyuarakan ketidakadilan yang dialami perempuan. Selain di Semarang, aksi serupa juga serentak dilakukan di berbagai belahan dunia.

"Kita juga menuntut menghancurkan kapitalisme. Tuntutan kedua muncul ketika kita menganalisis ketidakadilan juga terjadi tidak hanya kepada perempuan saja. Penindasan terjadi secara sistemtis kepada rakyat kecil," ujarnya.

Isu lain yang ABK usung melalui aksinya ini di antaranya mendukung rakyat Papua menentuka nasib politiknya, mendudukung RUU PKS, menghentikan kerusakan tanah dan kerusakan lingkungan, lindungi hak pekerja perempuan dan migran, melawan kekerasan seksual, serta membetikan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini.

"Poin-poin tersebut menyebutkan hal-hal ketidakadilan yang kami rasakan setiap hari. Tuntutan tersebut hanya sebagian kecil yang dialami masyarakat," katanya. (jam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved