David Sebut SGD Lebih Menjanjikan dan Paling Menarik untuk Investasi Selain Dollar AS

Tren penguatan rupiah terhadap mata uang negara lain di awal tahun ini diperkirakan masih terus berlanjut.

David Sebut SGD Lebih Menjanjikan dan Paling Menarik untuk Investasi Selain Dollar AS
SHUTTERSTOCK Via Kompas.com
Ilustrasi dolar AS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Tren penguatan rupiah terhadap mata uang negara lain di awal tahun ini diperkirakan masih terus berlanjut.

Namun, para analis melihat, sejumlah mata uang tetap dapat menjadi pilihan investasi jangka pendek bagi investor dalam negeri.

Selama ini, dollar Amerika Serikat (AS) masih mendominasi pilihan investor. Pasalnya, mata uang itu juga dianggap sebagai aset safe haven.

Meski demikian, belakangan dollar Singapura dan dollar Australia ikut menyodok sebagai peluang investasi pilihan bagi investor.

Sayangnya, sepanjang tahun ini pasangan USD/IDR, SGD/IDR dan pairing AUD/IDR sama-sama mengalami penurunan.

Jika dilihat secara year to date (ytd), hingga Selasa (5/3), pasangan USD/IDR melemah 1,82 persen menjadi Rp 14.128 per dollar AS.

Sedangkan SGD/IDR turun 1,23 persen ke level Rp 10.425,19 per dollar Singapura. Pairing AUD/IDR terkoreksi 1,63 persen ke posisi Rp 10.000,13 per dollar Australia.

Walau posisi rupiah kini masih perkasa, dalam sepekan belakangan, nilai tukar rupiah masuk dalam tren bearish. Hal itu terjadi setelah nilai tukar the greenback kembali menguat, didorong sentimen dollar AS sebagai mata uang safe haven.

Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA, David Sumual menilai, bagi investor Indonesia, mata uang dollar Singapura dan dollar Australia menarik untuk dikoleksi.

Ia pun menjagokan dollar Singapura. Alasannya, kondisi ekonomi Singapura masih jauh lebih stabil ketimbang Australia.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved