Turnamen Futsal untuk Kaum Difabel Se-Jawa Tengah Diselenggarakan di Purbalingga

Mereka berhasil menggelar turnamen Futsal se- Jawa Tengah (Jateng) yang dilaksanakan di Garuda Futsal, Kelurahan Kembaran Purbalingga, Sabtu (9/3).

Turnamen Futsal untuk Kaum Difabel Se-Jawa Tengah Diselenggarakan di Purbalingga
Istimewa
Turnamen Futsal se- Jawa Tengah (Jateng) yang dilaksanakan di Garuda Futsal, Kelurahan Kembaran Purbalingga, Sabtu (9/3) oleh komunitas tuli Purbalingga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Negara adalah rumah bagi setiap warga, tak terkecuali penyandang disabilitas. Mereka pun berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah tanpa harus dibeda-bedakan.

Satu di antara indikator sebuah negara atau daerah ramah bagi kaum difabel adalah ketersediaan fasilitas penunjang keseharian mereka, termasuk bidang olahraga.

Mereka memang punya kekurangan tertentu, karena hakikatnya tidak ada yang sempurna pada setiap makhluk. Tetapi, bukan berarti kelebihan dan potensi yang mereka miliki harus dipendam karena kekurangan yang dimiliki.

Mereka pun berhak mengembangkan potensi dan bakatnya, termasuk di dunia olahraga. Di situ, negara wajib memfasilitasi.

Semangat itu setidaknya dimiliki Komunitas Tuli Purbalingga (Komtulingga). Mereka berhasil menggelar turnamen Futsal se- Jawa Tengah (Jateng) yang dilaksanakan di Garuda Futsal, Kelurahan Kembaran Purbalingga, Sabtu (9/3/2019).

Turneman ini sekaligus menjadi media silaturahim yang mempertemukan komunitas difabel dari berbagai daerah.

Ketua Komtulingga, Budi Handojo Hardi mengatakan, turnamen futsal tuli se-Jawa Tengah ini diikuti oleh 14 tim. Dua tim di antaranya berasal dari Purbalingga, ditambah masing-masing satu tim dari Kabupaten/kota di Jateng meliputi Kabupaten Kendal, Banyumas, Banjarnegara, Temanggung, Semarang, Pati, Sragen, Solo, Boyolali, Cilacap, Salatiga dan Pemalang.

Turnamen ini akan dilaksanakan dari tanggal 9 sampai 10 Maret dengan memperebutkan hadiah Rp 5 juta. Pertandingan ini menggunakan sistem gugur.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali di kabupaten Purbalingga, sehingga mohon dukungan dari semua masyarakat Purbalingga," katanya saat pelaksanaan pembukaan turnamen futsal.

Budi yang juga sebagai ketua National Paralympic Committe (NPC) Purbalingga, berharap turnamen ini akan melahirkan bibit-bibit pemain futsal dari kalangan difabel (tuli) Purbalingga.

Sehingga, ke depan komunitas futsal tuli Purbalingga dapat bersaing di tingkat regional bahkan nasional untuk cabang olahraga ini.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporapar Purbalingga Kustinah ikut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ajang ini disebutnya bisa jadi ajang silaturahim antar komunitas tuli se Jateng.

Di samping itu, Kustinah berharap kegiatan ini menjadi embrio tim futsal tuli Purbalingga sekaligus memotivasi kaum difabel untuk mengembangkan prestasi.

" Diharapkan muncul bibit-bibit futsal tuli di Purbalingga yang nantinya akan dapat berprestasi baik tingkat regional, nasional bahkan internasional," katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved