Pemkab Jepara: Gelar Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat Sudah Dua Kali Diusulkan, Tapi Terkendala Ini

Pemkab Jepara mendukung usulan penyematan gelar pahlawan nasional oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari kepada Ratu Kalinyamat.

Pemkab Jepara: Gelar Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat Sudah Dua Kali Diusulkan, Tapi Terkendala Ini
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Focus Group Discussion usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat di Resto Maribu Kabupaten Jepara, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemkab Jepara mendukung usulan penyematan gelar pahlawan nasional oleh Yayasan Dharma Bakti Lestari.

Meski sebelumnya, pemerintah setempat sebenarnya telah mengusulkan dua kali pemberian gelar pahlawan kepada Ratu Kalinyamat.

"Kami sudah mengusulkan dua kali ke Pemerintah Pusat pada 2005 dan 2016," kata Kabag Kesra Setda Kabupaten Jepara, Suhendro, di Resto Maribu Jepara, Minggu (10/3/2019).

Usulan pertama pada 2005, katanya, bersamaan dengan pusat kajian Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Kemudian pada 2016 bersamaan dengan pusat kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Usulan gelar pahlawan itu, katanya, sampai saat ini tak kunjung mendapat tanggapan.

Di sisi lain, penolakan penyematan gelar pahlawan dinilai salah tafsir terkait tapa wuda sinjang rekma.

"Yang dimaksud tapa wuda sinjang rekma itu tanpa busana, tapi meninggalkan keduniawian," katanya.

Sebagai seorang raja, Ratu Kalinyamat meninggalkan kerajaan berikut kemewahannya.

Dia lebih memilih bertapa di tempat terpencil.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved