Kusnandir Bantah Pernyataan Jukir Liar Setor 60 Persen ke Oknum Petugas Dishub Kota Semarang

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang membantah terkait pernyataan juru parkir (jukir) yang diamankan oleh Tim Satuan saber pungli

Kusnandir Bantah Pernyataan Jukir Liar Setor 60 Persen ke Oknum Petugas Dishub Kota Semarang
ISTIMEWA
Tim Satgas Saber Pungli Kota Semarang mengamankan 16 juru parkir liar dan dua pengepul hasil parkir di area CFD kawasan Simpanglima dan Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang membantah terkait pernyataan juru parkir (jukir) yang diamankan oleh Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) saat event Car Free Day (CFD) Minggu(10/3/2019) kemarin.

Mereka menyebut bahwa mereka menyetorkan hasil retribusi parkir kepada dua pengepul berinisial AMD (35) dan LKS (50) yang kemudian disetorkan 60 persen kepada Dishub Kota Semarang.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Kusnandir menerangkan, Dishub memiliki 20 pengepul.

Satu di antaranya Kusnadi, pengepul yang bertanggungjawab mengoordinir jukir di area Simpanglima dan sekitarnya.

Sedangkan pengepul berinisial AMD dan LKS tidak terdaftar dalam data pengepul Dishub Kota Semarang

"Jadi, kami hanya punya satu pengepul yang mengoordinir jukir di area tersebut. AMD dan LKS itu tidak ada di daftar kami," tutur Kusnandir, Senin (11/3/2019).

Dia membeberkan, saat event CFD, pihak Dishub hanya menerima setoran dari pengepul yang bernama Kusnadi.

Adapun setoran retribusi parkir saat event CFD dari Kusnadi yaitu Rp 200.000.

"60 persen itu dari mana, ke siapa, tidak ada. Kami hanya menerima dari pengepul Kusnadi setiap CFD Rp 200.000," tandasnya.

Dijelaskannya, ada dua jenis parkir yakni parkir biasa dan parkir insidentil.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved