Malas Disuruh Antarkan Makanan ke Masjid, Rozikin Tega Bunuh Ibu Kandungnya

Rozikin (28), warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, tega menghabisi Ranis (65) yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri, M

Malas Disuruh Antarkan Makanan ke Masjid, Rozikin Tega Bunuh Ibu Kandungnya
KOMPAS.com / HAMZAH
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (kiri), saat coba menanyai pelaku pembunuhan ibu kandungnya di kantor Polsek Dukun, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, GRESIK - Rozikin (28), warga Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tega menghabisi Ranis (65) yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri, Minggu (10/3/2019) siang.

Saat ditanya oleh Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro di kantor Polsek Dukun usai kejadian, Rozikin yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengakui, bahwa dirinya yang telah membunuh ibu kandungnya, yang selama ini hanya tinggal berdua bersama dirinya di rumah tersebut.

"Kesal saja, ngomel dari malam (sebelum kejadian) gara-gara saya enggak mau disuruh bawa jaminan ( makanan untuk diserahkan) ke masjid. Suruh orang lain kan bisa, anak-anak kecil kan banyak, kenapa harus saya yang disuruh-suruh terus," jawab pelaku saat ditanya Kapolres di hadapan awak media, Minggu (10/3/2019).

"Suruh anak-anak kecil kan bisa, enggak harus saya. Kasih uang seribu atau dua ribu (sebagai imbalan) kan bisa, malah suruh saya terus," ucap dia.

Pelaku juga mengatakan, jika dirinya sudah bulat menghabisi nyawa ibu kandungnya dengan telah mempersiapkan senjata tajam berupa celurit, yang digunakan pada saat kejadian tersebut.

"Pusing saya diomeli terus, ya sudah saya bunuh saja. Saya asah celuritnya (ditajamkan) buat bunuh ibu. Sebab semua orang kan pasti mati, termasuk saya. Daripada bunuh orang lain, tetangga, lebih baik saya bunuh ibu sendiri," kata Rozikin.

Baik para tetangga maupun Kepala Desa Madumulyorejo sempat mengatakan, pelaku memang mengalami gangguan jiwa sejak lulus tsanawiyah (setingkat SMP).

Semenjak itu, pelaku tidak lagi bersosialisasi dengan warga sekitar, meski sehari-hari ia tetap membantu ibu yang dibunuhnya dalam mengolah sawah yang dimiliki.

Hanya saja, terkait gangguan kejiwaan yang dialami oleh pelaku, pihak kepolisian akan coba memastikan hal tersebut setelah nantinya akan diperiksa oleh ahli kejiwaan. 

"Proses selanjutnya, kami akan melakukan pemeriksaan ahli kejiwaan, untuk mengetahui apakah yang bersangkutan (pelaku) mengalami gangguan kejiwaan akan kami dalami lebih lanjut," tutur Kapolres Gresik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Mau Disuruh Antar Makanan ke Masjid, Alasan Anak di Gresik Habisi Ibu Kandung"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved