Undip Kukuhkan Prof Eddy Pratomo sebagai Guru Besar

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengukuhkan ahli hukum internasional bidang kemaritiman Prof Eddy Pratomo

Undip Kukuhkan Prof Eddy Pratomo sebagai Guru Besar
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Rektor Yos Johan Utama mengukuhkan Eddy Pratomo jadi Guru Besar dosen tak tetap Undip, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengukuhkan ahli hukum internasional bidang kemaritiman Prof Eddy Pratomo sebagai guru besar mereka, Sabtu (9/3).

Mantan utusan khusus Presiden Joko Widodo itu kini menjadi guru besar dosen tak tetap di Undip.
Pengukuhan dilakukan langsung Rektor Undip Semarang Yos Johan Utama. Upacara tersebut dihadiri pejabat kampus juga tamu undangan.

Menurut Yos Johan, Eddy merupakan Guru Besar dosen tidak tetap ketujuh yang dimiliki Undip Semarang. Eddy juga merupakan Guru Besar dosen tak tetap ketiga di Fakultas Hukum Undip.
"Prosesnya sejak 2017 lalu, jadi tidak sebentar," ujar dia.

Sementara, Eddy, dalam paparannya, mengajak akademisi dan pembuat kebijakan menelaah negosiasi penetapan batas laut. Serta mengutarakan gagasan mengenai diplomasi maritim berkelanjutan.

"Indonesia memiliki urgensi memberikan perhatian terhadap negosiasi batas laut serta kompleksitas masalahnya," katanya.

Eddy berjanji menularkan formula bagi calon penerus hukum internasional kemaritiman lewat program 'Pratomo Formula 5.10'. Itu merupakan prinsip dasar dan pedoman aksi yang dilakukan untuk menentukan batas wilayah sebuah negara.

Menurut Eddy, formula tersebut di antaranya menyiapkan generasi juru runding handal, memahami hukum laut, hukum internasional, memiliki pengetahuan legal-teknikal yang benar dan lengkap terkait sejarah NKRI dan the United Convention of the Law of the Sea.

"Ke depan, juga akan dilakukan kegiatan yang mengarah kepada pembetukan pusat studi di bidang hukum laut dan pengembangan maritim di Undip," paparnya.

Eddy mengatakan, kehadiran ahli hukum internasional bidang kemaritiman atau kelautan penting. Apalagi, Indonesia merupakan negara kepulauan.

Permasalahan batas laut dengan negara tetangga, Malaysia, contohnya, belum terselesaikan. Pada tahun 2015 lalu, Eddy ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi utusan khusus membahas penetapan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia guna mempercepat penyelesaian penetapan batas maritim kedua negara.

Ia memaparkan sejauh ini Indonesia dan Malaysia masih menyelesaikan batas maritim di lima segmen. "Di antaranya, Laut Sulawesi, Laut Tiongkok Selatan, Selat Singapura bagian Timur, Selat Malaka bagian Selatan, dan Selat Malaka," kata dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved